Sistem Saraf Pada Manusia



Tubuh kita memiliki jaringan komunikasi yang menghubungkan jaringan yang satu dengan jaringan yang lain. Sistem komunikasi kita memiliki pusat pengendali, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Otak berfungsi seperti sentral otomatis pada sistem telekomunikasi telepon. Sedangkan urat saraf atau tali saraf berfungsi seperti kabel telepon. Urat saraf merupakan gabungan dari sel-sel saraf. Pesan komunikasi yang diterima reseptor (penerima rangsang) diubah dan dikirim dalam bentuk impuls saraf. 

Sistem saraf manusia dapat dibagi menjadi sestem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Alat tubuh yang berfungsi sebagai reseptor rangsangan  adalah indera. Indera adalah bagian tubuh yang memiliki ujung saraf sensorik yang peka terhadap rangsangan tertentu. Saraf sensorik akan meneruskan rangsang dari indera kesaraf pusat. Dari saraf pusat, reaksi atau tanggapan akan disampaikan keefektor melalui saraf motorik. Efektor adalah organ atau jaringan yang bereaksi terhadap rangsangan, misalnya otot dan kelenjar. Reaksi atau tanggapan oleh efektor dapat berupa gerakan, ucapan, dan sekresi kelenjar. 

Rangsangan adalah perubahan lingkungan yang dapat diterima oleh reseptor. Rangsang dibedakan menjadi 2, yaitu rangsangan dari luar tubuh dan rangsangan dari dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya suara, cahaya, bau, panas, dll. Sedangkan rangsang dari dalam tubuh misalnya lapar, haus, rasa nyeri, dll. Menurut jenisnya, rangsangan dibedakan menjadi rangsang mekanis, kimiawi dan fisis. Rangsangan mekanis misalnya sentuhan dan tekanan. Rangsangan kimiawi misalnya rasa manis, asam, pahit dan bau. Sedangkan rangsang fisis berupa suhu, listrik, gravitasi, dll.

URUTAN JALANNYA RANGSANG :

Rangsang – Reseptor – Saraf Sensorik – Saraf Pusat – Saraf Motorik – Efektor – gerak/ ucapan/ kelenjar/ kesan

A.   SEL SARAF (Neuron)
Sel saraf adalah sel yang peka terhadap rangsang dan mampu menghantarkan rangsang. Bentuk dan ukuran sel saraf bernacam-macam tergantung pada letak dan fungsinya didalam tubuh. Sel saraf memiliki bagian-bagian sebagai berikut :
a.    Badan sel, merupakan pengendali kerja sel saraf, mempunyai inti sel dan sitoplasma yang banyak mengandung mitokondria.
b.    Dendrit, merupakan tonjolan protoplasma pada badan sel dan bercabang-cabang, berfungsi untuk menerima dan menghantarkan impuls saraf dari luar ke sel saraf.
c.    Neurit, disebt juga akson.  Merupakan juluran yang panjang dari badan sel dan berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel ke sel saraf yang lain.
 
Neurit disebut juga serabut saraf. Neurit dibungkus oleh selubung mielin. Selubung mielin tersusun dari lemak dan dekat permukaan luarnya terdapat sel-sel schwann. Selubung mielin tidak membungkus sepanjang neurit. Ada bagian-bagian tertentu yang tidak terselubungi dan terjadi suatu penyempitan yang disenut Nodus Ranvier. Selubung mielin juga tidak menyelubungi ujung neurit. Ujung neurit sel saraf lain akan bersambung dengan ujung dendrit. Persambungan tersebut disebut sinapsis.
Kumpulan neurit atau serabut saraf membentuk tali saraf. Kumpulan tali saraf membentuk urat saraf atau saraf.
 
B.    MACAM-MACAM SEL SARAF
Berdasarkan fungsinya, terdapat 3 macam sel saraf, yaitu :
1.     Sel saraf sensorik
Merupakan sel saraf yang berfungsi menghantarkan impuls saraf dari indera ke otak atau ke sumsum tulang balakang. Oleh karena itu, sel saraf sensorik disebut sel saraf indera. Pada sel saraf sensorik, dendrit berhubungan dengan indera untuk menerima rangsang, sedangkan neurit berhubungan dengan sel saraf lain.


2.    Sel saraf motorik
Merupakan selsaraf yang berfungsi menyampaikan perintah dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor, yaitu otot atau kelenjar tubuh. Sal saraf ini disebut juga sebagai sel saraf penggerak.pada sel saraf motorik, dendrit berhubungan dengan neurit lain, sedangkan neurit berhubungan dengan efektor.


3.    Sel saraf konektor
Merupakan sel saraf yang berfungsi meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. Sel saraf ini disebut juga sebagai sel saraf perantara atau penghubung. Ujung dendrit sel saraf yang satu berhubungan dengan ujung neurit sel saraf yang lain, demikian seterusnya membentuk serabut saraf.



Ujung neurit akan menyampaikan rangsang menuju dendrit sel saraf lain membentuk tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis. Antara tombol sinapsis dengan dendrit dipisahkan oleh celah sempit yang dinamakan celah sinapsis. Pada sitoplasma tombol sinapsis terdapat zat pengantar (neurotransmitter). Neurotransmitter merupakan suatu zat kimia yang berfungsi menghantarkan impuls ke neuron atau sel saraf berikutnya. Pada tempat tertentu, badan sel saraf terkumpul membentuk simpul saraf yang disebut ganglion. Disebut simpul saraf karena bentuk saraf ini menyerupai simpul dari tali. 

C.    SISTEM SARAF PUSAT
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak. Sumsum tulang belakang dilindungi oleg ruas-ruas tulang belakang. Sistem saraf pusat tersebut dilindungi oleh selaput meningia. Meningia terdiri dari 3 lapisan, yaitu piameter, arakhnoid, dan durameter.
1.     Piameter
Piameter merupakan selaput paling dalam yang menyelubungi permukaan otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan piameter banyak mengandung pembuluh darah. Piameter berperan memberi oksigen dab zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.
2.    Arakhnoid
Arakhnoid berupa selaput jaringan yang lembut. Arakhnoid terletak diantara piameter dan durameter.
3.    Durameter
Durameter merupakan lapisan terluar yang padat dan keras serta menyatu dengan tengkorak.



Rongga antara lapisan arakhnoid dan piameter terisi cairab serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai bantalan bagi otak untuk melindungi otak terhadap benturan pada tengkorak.
     1.     OTAK


Otak merupakan pusat saraf utama dan terletak didalam rongga tengkorak. Volume otak orang dewasa sekitar 1500 cm3. Pada waktu embrio, otak manusia dapat debedakan menjadi 3 bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Seiring dengan pertumbuhannya, otak manusia pun berkembang. Otak depan berkembang dan membentuk otak besar (sereburm). Otak tengah berukuran kecil dan merupakan penghubung antara otak depan dengan otak belakang. Otak belakang terdiri dari otak kecil (serebelum) dan sumsum lanjutan. Pada orang dewasa, yang tampak adalah bagian otak besar, otak kecil dan sumsum lanjutan.

a.    Otak besar


Otak besar atau serebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Belahan kiri mengatur dan melayani tu buh bagian kanan. Sebaliknya, belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri. Jika otak besar belahan kiri terganggu maka tubuh bagian kanan akan lumpuh. Otak besar tersusun atas 2 lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam.
a)   Lapisan luar merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel saraf. Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat, sehingga permukaannya menjadi lebih luas.pada lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf.
b)  Lapisan dalam merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu dendrit dan neurit.

                Fungsi otak besar :

Otak besar merupakan pusat saraf utama yang mengendalikan kegiatan tubuh. Otak besar berfungsi untuk :

·      Berfikir, pusat kesadaran dan kemauan kita.
·      Pusat ingatan.
·      Pengendalian kesadaran kita, misalnya untuk bergerak, mendengar, dan bereaksi.


b.   Otak kecil

Otak kecil terdiri atas 2 belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Belahan kanan dan kiri dihubungkan oleh jembatan varol yang terletak dibagian depan otak kecil. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan otot-otot sebagai alat gerak. Benturan pada otak kecil dapat mengganggu keseimbangan seseorang. Jika otak kecil terpukul, keseimbangan seseorang akan tergganggu.




c.    Sumsum lanjutan

Sumsum lanjutan merupakan penghubung antara otrak kecil dengan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu sumsum lanjutan disebut juga sumsum penghubung. Sumsum lanjutan terletak dibawah otak besar, didepan otak kecil. Bagian luar sumsum lanjutan berwarna putih yang berisi densrit dan neurit. Bagian dalam berwarna abu-abu dan mengandung sel saraf. Fungsi sumsum lanjutan adalah mengatur denyut jantung, kecepatan pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah dan kegiatan tubuh lain yang tidak disadari.
 
   2.    SUMSUM TULANG BELAKANG (SUMSUM SPINAL)






Sumsum tulang belakang terletak didalam rongga ruas-ruas tulang belakang. Sumsum tulang
seperndrit dan neurit, sedangkan lapisan dalam berwarna abu-abu dan mengandung banyak sel saraf.
 Dibagian dalam sumsum tulang belakang terdapat bagian yang berbentuk seperti sayap kupu-kupu mengarah kedepan dan kebelakang. Bagian sayap depan disebut akar ventral, sayap belakang disebut akar dorsal. Akar ventral banyak mengandung sel saraf motorik. Sedangkan akar dorsal banyak mengandung sel saraf sensorik. Sel saraf motorik dan sel saraf sensorik dihubungkan oleh sel saraf konektor.


Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai :
a.    Pusat gerak reflek
b.    Penghantar impuls sensorik dan indera ke otak
c.    Penghantar impuls motorik dan otak ke otot tubuh

D.   SISTEM SARAF TEPI
Sistem saraf tepi merupakan saraf penghubung antara sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh.sistem saraf tepi terdiri atas urat saraf dan ganglion. Sistem saraf tepi meliputi alur saraf sensorik dan motorik. Alur saraf motorik dibagi menjadi sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (autonom). Sistem saraf tak sadar terbagi menjadi sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik.


 1)    Sistem saraf sadar
Sistem saraf sadar menghantarkan impuls berdasarkan perintah kesadaran dan kemauan kita. Sistem saraf sadar terdiri atas :
a.    Sistem saraf kepala (kranial), terdiri atas 12 pasang saraf otak yang keluar dari otak dan menuju ke alat tubuh atau otot tertentu. Misalnya menuju ke indera pendengar, penglihatan, pembau, pengecap dan kulit.
b.    Sistem saraf tulang belakang (spinal), terdiri atas 31 pasang saraf sumsum tulang belakang yang keluar secara berpasangan dari sela-sela ruas tulang belakang. Saraf sumsum tulang belakang merupakan gabungan saraf sensorik dan saraf motorik dan menjadi satu berkas saraf. Tiap saraf menghubungkan sumsum tulang belakang dengan alat tubuh, misalnya tangan dan kaki.

2)   Sistem saraf tak sadar (autonom)
Sistem saraf tak sadar bekerja secara otomatis dan tidak dibawah kehendak saraf pusat. Saraf tak sadar terletak isumsum tulang belakang. Sistem saraf autonom terdiri atas sistem saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik.



a.    Sistem saraf simpatetik
Sistem saraf simpatetik terdiri dari 25 pasang simpul saraf (ganglion). Ganglion terletak disepanjang tulang belakang sebelah depan, mulai dari ruas tulang leher sampai dengan tulang ekor. Ganglion-ganglion itu bersambungan membentuk 2 deretan, yaitu deretan kiri dan deretan kanan. Pada sistem saraf simpatetik ini, tiap tiap ganglion memepunyai urat saraf yang keluar menuju ke paru-paru, ginjal, jantung, pembuluh darah dan alat pencernaan.

Fungsi sistem saraf simpatetik adalah :
·      Mempercepat denyut jantung
·      Memperkecil diameter
·      Memperbesar pupil mata
·      Menghambat kerja lambung
·      Memperbesar bronkus
·      Menghambat penkreas
 

      b.    Sistem saraf parasimpatetik

Sistem saraf parasimpatetik merupakan jaringan sistem saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar diseluruh tubuh. Urat sara parasimpatetik menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh sistem saraf simpatetik. Fungsi susunan saraf parasimpatetik merupakan kebalikan dari fungsi saraf simpatetik. Apabila saraf simpatetik berfungsi meningkatkan laju pernapasan, maka saraf parasimpatetik berfungsi memperhambat laju pernapasan.

E.    GERAK REFLEKS DAN GERAK SADAR

Kita sering melakukan gerak secara spontan dan tanpa kita sadari. Misalnya jika tiba-tiba menginjak paku, kama dengana cepat kita mengangkat kaki. Gerakan seperti ini dilakukan tanpa disadari dan kita baru menyadarinya setelah terjadi. Gerakan seperti ini dinamakan dengan gerak refleks.
Berlari, makan, menari merupakan gerak yang disengaja. Gerakan yang dilakukan dengan kesadaran kita dinamakan geraksadar atau gerak biasa. Gerakan itu terkadang berlangsung secara spontan. Mula-mula gerak sadar akhirnya menjadi gerak refleks. Didalam tubuh kita berlangsung proses penghematan (efisiensi). Otak tidak memerintah terus-menerus agar tidak terjadi kelelahan.

F.    MEKANISME JALANNYA IMPULS SARAF

Mekanisme jalannya rangsangan sampai terjadi tanggapan tidak sederhana. Rangsangan itu di ubah dalam bentuk aliran listrik yang disebut impuls saraf. Selanjutnya, impuls saraf di alirkan sepanjang urat saraf. Pada gerak biasa atau gerak sadar, prosesnya adalah sebagai berikut. Misalnya ada bangkai yang mengeluarkan bau busuk. Bau itu ditangkap oleh hidung. Rangsangan bau ini di ubah dalam bentuk impuls saraf dan di alirkan melalui saraf sensorik dari reseptor menuju ke otak. Otak akan mengolah dan menentukan tanggapan. Misalnya otak akan memerintahkan tangan menutup hidung. Pesan dari otak dialirkan melalui urat saraf motorik menuju ke otot jari-jari tangan dan akhirnya jari-jari tangan menutup hidung.
Gerak refleks terjadi karena adanya rangsangan yang mendadak atau berbahaya. Pada gerak refleks, impuls tidak dialirkan ke otak. Impuls melewati saraf sensorik menuju ke neuron perantara. Dari neuron perantara, lalu kesaraf motorik dan akhirnya timbul gerakan tanggapan. Mekanisme jalannya impuls dapat ditulis pada skema berikut :

Diagram  mekanisme gerak biasa :
Rangsang – urat saraf sensorik – otak – yrat saraf motorik- gerak
Diagram mekanisme gerak refleks :
Rangsang – utar saraf sensorik – neuron perantara – urat saraf motorik – gerak

G.   FUNGSI SARAF

Fungsi saraf adalah sebagai berikut :
a)    Menerima rangsangan (oleh indera)
b)   Meneruskan impuls saraf ke sistem saraf pusat (oleh saraf  sensorik)
c)    Mengolah rangsangan untuk menentukan tanggapan  (oleh sistem saraf pusat)
d)     Meneruskan rangsangan dari sistem saraf pusat ke efektor (oleh saraf motorik).

Sistem Gerak Pada Manusia


SISTEM GERAK PADA MANUSIA
            Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak dapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh. Gerak pada manusia disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan kerjasama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena digerakkan oleh otot, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang.
RANGKA TUBUH MANUSIA


Rangka tubuh manusia tersusun atas 206 tulang yang saling berhubungan. Jadi, tulang adalah bagian-bagian yang menyusun rangka. Hubungan antar tulang akan membentuk sendi (artikulasi). Rangka tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai berikut :
1.       Untuk menegakkan badan, misalnya ruas tulang belakang.
2.      Untuk memberi bentuk badan, misalnya tulang-tulang tengkorak memberi bentuk wajah.
3.      Untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak dan mata, tulang rusuk melindungi jantung.
4.      Sebagai tempat melekatnya otot.
5.      Sebagai tempat pembuatan sel-sl darah merah dan sel-sel darah putih, khususnya dalam sumsum tulang.
6.      Sebagai alat gerak pasif.
7.      Sebagai perlindungan mineral.
8.      Tempat penyerapan dan penglepasan kalsium

            Bentuk tubuh manusia tidak terlepas dari peran rangka.  Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh panjang dan ukuran tulang-tulang penyusun tubuhnya.  Tulang dibantu dengan adanya otot dan persendian, maka tubuh manusia dapat bergerak.  Sebagian besar pembentukan sel darah juga terjadi di dalam sumsum tulang.  Tulang juga merupakan organ yang mengandung mineral kalsium paling banyak diantara organ tubuh lainnya.
            Secara garis besar, rangka manusia dibagi menjadi dua, yaitu Rangka Aksial (sumbu tubuh) dan Rangka Apendikuler (anggota tubuh) :
      A.    RANGKA AKSIAL
Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra), hioid, tulang dada, dan tulang rusuk. Berikut ini akan kira pelajari tentang rangka aksial :
      1.       TENGKORAK


Tengkorak berfungsi untuk melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan. Tulang tengkorak membentuk kepala seseorang.Tulang ini merupakan kepingan tulang pipih berongga yang saling berhubungan.Tulang tengkorak manusia terdiri atas 22 tulang.Tulang tersebut terbagai menjadi tulang bagian kepala (kranial) dan bagian wajah (fasial). Tulang kranial membentuk tempurung dan berfungsi melindungi organ didalamnya,yaitu otak. Tulang fasial membentuk rongga mata, rongga hidung, wajah seseorang. Tulang ini berfungsi melindungi mata serta organ mulut dan bagian dalam hidung.
      2.      HIOID
    Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat diantara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.
      3.      TULANG BELAKANG (Vertebrae)


Pada tulang belakang terjadi pelengkungan-pelengkungan yang berfungsi untuk menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk, atau berlari. Tulang ini juga merupakan tempat terdapatnya saraf utama tubuh.
      4.      TULANG DADA DAN RUSUK


Tulang dada dan rusuk bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-ornag penting didalam dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang dada terletak di bagian depan tubuh dan berjumlah 1 ruas tulang.  Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan dan taju pedang. Tulang ini merupakan perlekatan bagian depan dari 7 pasang tulang rusuk sejati. Tulang dada, tulang punggung dan tulang rusuk membentuk rongga dada (ribs cage) dan berfungsi melindungi organ-organ didalamnya serta membantu dalam pernafasan.
Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang. Tulang rusuk berbentuk pipih dan panjang melengkung.  Bagian belakang tulang rusuk berhubungan langsung dengan ruas tulang punggung (vertebra torak).  Tulang rusuk berjumlah 12 pasang tulang, terdiri atas 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, dan 2 pasang rusuk melayang. Bagian depan tulang rusuk sejati melekat pada tulang dada (sternum).  Tulang rusuk palsu pada bagian belakang melekat pada tulang punggung (vertebra torak), sedangkan di bagian depan melekat pada tulang rusuk diatasnya.  Tulang rusuk yang paling melengkung adalah tulang rusuk kesembilan.  Tulang rusuk tersusun teratur sesuai dengan perlekatannya dengan tulang belakang.  Ruangan diantara tulang rusuk disebut intercostal spaces.Tulang rusuk melayang hanya bersendian dengan tulang punggung dan tidak bersendian dengan tulang dada,  oleh karena itu seperti tampak melayang.  Ukuran tulang rusuk melayang lebih pendek dibandingkan dengan rusuk yang lain.

TULANG-TULANG RANGKA AKSIAL
Divisi Tulang
Nama Tulang Penyusun
Jumlah
     1)      Tengkorak terdiri dari :
a.Kranium (tempurung kepala)           

       ©      Frontal (tulang dahi)
       ©      Ubun-ubun
       ©      Pelipis
       ©      Oksipetal
       ©      Spenoid (tulang baji)
       ©      Ethmoid

        ©      1
        ©      2
        ©      2
        ©      1
        ©      1
b.      Wajah
       ©      Maxila (rahang atas)
       ©      Mandibula (rahang bawah)
       ©      Nasal (tulang hidung)
       ©      Lacrimal (tulang air mata)
       ©      Palatum (tulang langit”)
       ©      Zigomatic (tulang pipi)
       ©      Vomer
       ©      Konka inferior
        ©      2
        ©      1
        ©      2
        ©      2
        ©      2
        ©      2
        ©      1
        ©      2
c.       Oksila telinga
       ©      Maleus (tulang martil)
       ©      Inkus (tulang paron)
       ©      Stapes (sanggurdi)
        ©      2
        ©      2
        ©      2
      2)    Hioid
       ©      Hioid
        ©      1
      3) Tulang belakang(vertebrae)
       ©      Serviks (leher)
       ©      Toraxalis (punggung)
       ©      Lumbarum (pinggang)
       ©      Sacrum (kelangkang)
   ©   Koksigea (ekor,4ruas berfungsi menjadi satu )
        ©      7
        ©      12
        ©      5
        ©      1
        ©      1
      4)    Tulang dada (sternum)
       ©      Manubrium
       ©      Gladiolus
       ©      Xifoid
        ©      1
        ©      1
        ©      1
Bergabung menjadi 1.
       5)     Rusuk (costae)
       ©      Rusuk sejati
       ©      Rusuk melayang
       ©      Rusuk palsu
        ©      7
        ©      2
        ©      3


      B.      RANGKA APENDIKULER
Rangka apendikuker terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan, dan kaki. Rangka apendikuler terdiri dari 126 ruas tulang.
Rangka apendikuler terdiri dari :
1.     TULANG ANGGOTA GERAK ATAS
a)     TULANG GELANG BAHU


Terdiri atas tulang belikat (skapula) dan tulang selangka (klavikula). Tulang belikat berbentuk seperti segitiga pipih dan bersendian dengan tulang lengan atas (humerus). Tulang belikat memiliki tonjolan yang disebut paruh gagak. Tulang belikat ada sepasang yang terletak disebelah kanan dan kiri tubuh bagian belakang. Tulang selangka ada sepasang yang terletak disebelah kanan dan kiri. Tulang selangka menghubungkan bahu dengan tulang dada bagian hulu. Tulang selangka pada ujung bagian depan melekat pada tulang dada (sternum). Tulang gelang bahu berjumlah total 4 tulang.

b)    TULANG LENGAN ATAS


Berbentuk seperti pipa dengan bonggol di setiap ujungnya.  Pada bagian bawah memiliki dua bonggol yang bersendian dengan tulang lengan bawah (hasta dan ulna). Pada bagian atas bersendian dengan tulang belikat (skapula). Terdapat 2 tulang lengan atas pada tubuh manusia.

c)     TULANG LENGAN BAWAH
Terdiri atas tulang hasta (ulna) dan tulang pengumpil (radius). Bagian ujung tulang hasta merupakan siku tangan sedangkan bagian bawahnya merupakan tempat terdapatnya jari kelingking.  Bagian ujung atas tulang pengumpil bersendian dengan tulang humerus sedangkan bagian bawahnya merupakan tempat terdapatnya tulang ibu jari (jempol).  Kedua ujung bawah tulang lengan bawah bersendian dengan tulang pergelangan tangan (karpal). Jumlah total ruas tulang lengan bawah berjumlah 4 ruas tulang.

d)     TULANG PERGELANGAN TANGAN


Tulang pergelangan tangan berukuran pendek dan merupakan penghubung antara tulang lengan bawah dengan tulang telapak tangan (metakarpal).  Tulang pergelangan tangan pada masing-masing tangan  berjumlah 8 ruas tulang.

e)     TULANG TELAPAK TANGAN (METAKARPAL)
Tulang telapak tangan berukuran pendek dan merupakan penghubung antara tulang pergelangan tangan dengan tulang-tulang jari tangan (phalanges). Tulang telapak tangan pada masing-masing tangan berjumlah 5 ruas tulang.

f)      TULANG JARI TANGAN (FALANGES DIGITARUM MANUS)
Tulang-tulang jari tangan berukuran pendek dan berbonggol. Pada masing-masing tangan berjumlah 14 ruas tulang.

2.    TULANG ANGGOTA GERAK BAWAH
          a)  TULANG GELANG PANGGUL


        Tulang gelang panggul merupakan gabungan dari 6 tulang yaitu 2 tulang usus (ilium), 2 tulang duduk (ischium) dan 2 tulang kemaluan (pubis).  Tulang gelang panggul berbentuk pipih. Pada perempuan lubang yang terbentuk antara ilium, ischium, dan pubis lebih lebar dan dalam dibandingkan dengan laki-laki.  Hal itu berperan ketika mengandung bayi dan melahirkan.

TULANG-TULANG RANGKA APENDIKULER
DIVISI TULANG
NAMA TULANG PENYUSUN
JUMLAH
BAGIAN       ATAS
      ©      Tulang Selangka (Clavicula)    
      ©      Tulang Belikat (Scapula)
 © Tulang Pangkal Lengan (Humerus)
      ©      Tulang hasta (Ulna)
      ©      Tulang apaengupil (radius)
   ©  Tulang Pergelangan tangan (Karpal)
§      Skafoid
§      Lunate
§      Triquetrum
§      Pisiform
§      Trapesium
§      Trapesoid
§      Kapitatum
§      Hamate
 © Tulang telapak tangan (metakarpal)
      © Jari tangan (falanges digitarum manus)
        ©      2
        ©      2
        ©      2
        ©      2
        ©      2
        ©      16

§      2
§      2
§      2
§      2
§      2
§      2
§      2
§      2
©   10

©   28


BAGIAN BAWAH
©      Tulang koksa atau Inomiat :
§        Illium
§        Ikshium
§        Pubis
            ©      Paha (femur)
            ©      Lutut (patella)
            ©      Tulang betis (fibula)
            ©      Tulang kering (tibia)
      ©  Tulang pergelangan kaki (tarsal)
§       Kalkaneus
§       Talus
§       Koboid
§       Navikular
§       Kuneformis
©   Telapak kaki (metatarsal)
©  Jari kaki (falanges digitarum pedis)
©      2
§      1
§      1
§      1
©      2
©      2
©      2
©      2
©      14

§      2
§      2
§      2
§      2
§      6
©      10
©      28













































b) TULANG PAHA (FEMUR)


Tulang paha berbentuk seperti pipa panjang yang berbonggol di setiap ujungnya. Ujung atas bersendian dengan tulang gelang panggul, sedangakan ujung bagian bawah bersendian dengan tulang kering (tibia) dan tulang tempurung lutut (patela). Tulang paha merupakan tulang terpanjang, terkuat, dan terberat diantara tulang tubuh lainnya.  Tulang paha berjumlah total 2 tulang.
c)  TULANG KERING (TIBIA DAN TULANG BETIS (FIBULA))


Tulang kering berukuran lebih besar daripada tulang betis.  Letak tulang kering terdapat lebih di bagian depan dari tulang betis.  Ujung bagian atas tulang kering bersendian dengan tulang paha dan ujung bawahnya bersendian dengan tulang pergelangan kaki (tarsal).  Pada masing-masing kaki terdapat 1 tulang kering dan 1 tulang betis.
d) TULANG PERGELANGAN KAKI (TARSAL)


Tulang pergelangan kaki berukuran pendek.  Tulang ini terdapat diantara tulang tibia dan tulang telapak kaki.  Jumlah tulang ini Pada masing-masing kaki berjumlah 7 tulang.
e)  TULANG JARI KAKI (FALANGES DIGITARUM PEDIS)
Tulang-tulang jari kaki berukuran pendek dan berbonggol.  Pada masing-masing kaki berjumlah 14 tulang.

MACAM-MACAM TULANG BERDASARKAN BENTUKNYA :
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi 3, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Selain itu, juga terdapat tulang tak berbentuk.
a. TULANG PIPA


    Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umunya berongga. Disebut tulang pipa karena bentuknya seperti pipa, yantu bulat, memanjang, dan bagian tengahnya berlubang. Diujung tulang pipa terdapat perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Contohnya adalah tulang lengan, tulang paha, dan ruas tulang jari. Didalam tulang pipa terisi sumsum kuning dan lemak. Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian tengah disebut diafisis, kedua ujung disebut epifisis dan antara diafisis dan epifisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa kartilago yang mengandung osteoblast, dan pada orang dewasa yang sudah tidak bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblast menempati rongga yang disebut rongga sumsum tulang.
b. TULANG PIPIH


    Tulang pipih berbentuk pipih. Didalamnya terisi sumsum merah. Sumsum merah merupakan tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang pipih tersusun atas dua lempengantulang kompak dan tulang spons.  Kebanbanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh tulang pipih adalah tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul, tulang tengkorak dan tulang dahi.
c. TULANG PENDEK


    Tulang pendek berbentuk bulat den pendek, sehingga disebut sebagai ruas tulang. Didalam tulang pendek terdapat sumsum merah, contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
d. TULANG TAK BERBENTUK


    Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yang tak tertentu. Tulang ini terdapat pada wajah dan tulang belakang. Umumnya merupakan tulang berongga yang ditutupi oleh tulang kompak.
MACAM-MACAM TULANG BERDASARKAN STRUKTURNYA.
a. TULANG KERAS (OSTEON)
    Tulang keras biasanya disebut dengan istilah tulang. Tulang keras tersusun atas jaringan ikat yang padat dan matriks tulang. Matriks tulang adalah ruang-ruang diantara sel-sel tulang yang terisi oleh suatu massa atau bahan. Matriks tulang berupa zat kapur, protein, dan sedikit zat perekat, yaitu zat kolagen. Zat kapur tersebut terdapat dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat Ca3 (PO4)2. Oleh karene itu, tulang keras bersifat keras dan tidak lentur, pada orang dewasa, kadar zat kapur lebih tinggi daripada anak-anak sehingga tulang orang dewasa lebih keras dibandingkan tulang anak-anak. Sedangkan anak-anak mempunyai zat perekat lebih banyak dibanding dengan orang dewasa. Karena itu, jika patah tulang, anak-anak lebih cepat sembuh daripada orang dewasa. Tulang tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut :
      ©      Osteoblast, merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit.
      ©      Osteosit, merupakan sel-sel tulang dewasa.
      ©      Osteoprogenator, merupakan sel khusus, yaitu derivat mesenkim yang memiliki potensi mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi odteoblast. Osteoprogenator terdapat dibagian luar membran (periosteum).
     ©      Osteoklas, merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat disekitar permukaan tulang. Fungsi osteoklas untuk pengembangan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan tulang.
            STRUKTUR TULANG KERAS

            Bagian tulang keras tertutup oleh selapis jaringan ikat liat yang disebut periosteum. Lapisan periosteum merupakan tempat melekatnya otot. Pada penampang melintang tulang keras tampak kelompok lingkaran. Lingkaran itu berlapis-lapis mengelilingi saluran havers. Didalam saluran havers ada pembuluh darah yang memberikan makanan pada sel tulang keras(osteosit) yang terletak pada setiap lapisan lingkaran.
Ditinjau dari sifat bahan penyusunnya, terdapat 2 macam tulang keras :
1. Tulang kompak, bahan penyusun tulang rapat dan padat, contohnya lapisan luar tulang pipa.
2. Tulang spons, bahan penyusun berongga, contohnya tulang pendek dan ujung tulang panjang dekat sembungan tulang.

b. TULANG RAWAN (KARTILAGO)
    Tulang rawan bersifat bingkas dan lentur serta terdiri dari sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks yang berupa kondrin. Ruang antarsel tulang rawan berisi banyak zat perekat dan sedikit mengandung zat kapur. Pada masa pertumbuhan, terutama masa bayi, tulang-tulang masih berupa tulang rawan. Beberapa bagian misalnya tulang ubun-ubun masih belum menutup. Semakin lama, ruang antar selnya terisi zat kapur sehingga semakin bertambah keras dan berubah menjadi tulang keras. Pada ujung tulang terdapat cakra epifise yang terdiri dari sel-sel tulang rawan yang aktif membelah. Dengan adanya cakra epifise, tulang dapat bertambah panjang. Tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput tulang rawan (perikondrium) yang mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas). Tulang rawan ada tiga tipe, yaitu :
      ©      TULANG RAWAN HILAIN

            Tulang rawan hilain merupakan bentuk tulang rawan yang paling banyak terdapat dibandingkan dengan bentuk lainnya. Matriksnya memiliki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat. Tulang rawan hilain terdapat pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hilain bening seperti kaca.
      ©      TULANG RAWAN ELASTIK


Susunsn perikondrium, matriks, sel, dan lakuna pada tulang rawan elastik sama dengan susunan pada tulang rawan hilain. Tetapi, serat kolagen tulang rawan elastik tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang rawan hilain. Bentuk serat-serat elastik bergelombang. Tulang rawan elastik terdapat pada epiglotis dan bagian luar telinga.
      ©      TULANG RAWAN FIBROSA

Matriks tulang rawan fibrosa mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur, terletak di perlekatan ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Ciri khas dari tulang rawan adalah lakuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel (kondrosit).
HUBUNGAN ANTARTULANG
Tulang dalam tubuh dapat berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, maka diperlukan struktur khusus yang disebut sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago didaerah sendi. Mula-mula kartilago akan memnesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian, kedua ujung kartilago akan membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput senddi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut cairan sinnovial.
Didalam sistem rangka manusia, terdapat 3 jenis hubungan antar tulang yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Berikut akan saya jelaskan satu-persatu : :J
      ©      SINARTROIS
Sinartrosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. Hubungan antar tulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat yang kemudian menulang sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan.
Ada 2 tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture adalah hubunhan antar tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sedangkan sinkondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hilain. Contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
©      AMFIARTROSIS
Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakkan. Amfiartrosis dibagi menjadi 2, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis,sendi dihubungkan oleg kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan. Pada sindesmosis, sendi dihubunhkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya, sendi antartulang betis dan tulang kering.

      ©      DIARTROSIS
Diartrosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubunhkan oleg jaringan sehingga tulang dapat digerakkan, disenut juga sendi. Diartrosis disebut juga sendi. Sendi ada yang bergerak ke satu arah dan ada pula yang bergerak ke berbagai arah.
Ciri-ciri diartrosis adalah sebagai berikut :
                                I.            Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous.
                             II.            Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat yang disebut membran sinnovial yang menghasilkan cairan sinnovial untuk mengurangi gesekan.
                           III.            Kapsul fibrousnya ada yang di perkuat oleh ligamen dan ada juga yang tidak.
                          IV.            Didalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.

Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut :
v  Sendi Engsel


Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Misalnya sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari.
v  Sendi Putar

pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, misalnya sendi antara tulang hasta dan pengumpil, dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
v  Sendi Pelana

Pada sendi pelana, kedua ujung ujung tulang membantuk sendi yang berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas. Misalnya, sendi antara tulang telapak tangan dan dengan ruas jari tangan.
v  Sendi Peluru

Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentul lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas kesegala arah dan dapat berporos 3. Misalnya sendi antara tulang gelang bahu dan lengan atas, dan antara tulang gelang panggul dan paha.
v  Sendi Elipsoid
Sendi elipsoid memungkinkan gerakan berporos 2 dengan gerakan kekanan dan kekiri, kedepan dan kebelakang. Ujung tulang yang satu berbentul oval dan masku kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Misalnya sendi antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
v  Sendi Luncur
Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos.contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antar tulang pergelangan kaki, antartulang selangka,dan antartulang belikat.
KELAINAN DAN GANGGUAN PADA TULANG
 Kelainan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena :
a. Kekurangan vitamin D
   Vitamin D  (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk osifikasi (penulangan)pada tulang. Pada mamalia, vitamin D disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin D dapat terjadi jika tubuh tidak menerima sinar matahari yand cukup. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat ,menyebabkan penyakit rakitis, biasanya terlikat pada pertumbuhan anak yang tergganggu dan kaki berbentukO atau X. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dan zat kepur mengakibatkan penyakit yang disebut osteomalaisia.
b. Kecelakaan
    Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura seperti berikut :
            1. Memar
               Gangguan ini merupakan sobeknya selaput sendi. Bila sobeknya selaput sendi diikuti lepasnya ujung tulang dari sendi, maka disebut urai sendi.
            2. Fraktura
                Fraktura atau patah tulang dibedakan sebagai berikut :
        ©      Patah tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
        ©      Patah tulang terbuka. Bila tulang yang patah merobek kulit dan tulang mencuat keluar.
        ©      Fissura, bila tulang hanya retak.

3. Kebiasaan duduk yang salah
    Kebiasaan posisi tubuh yang salah yang dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelainan tulang antara lain :
        ©      Lordosis

Adalah kelainan pada tulang leher dan panggul yang terlalu membengkok kedepan.
        ©      Kifosis

Adalah kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang. Kelainan ini dapat terjadi misalnya karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk dan dikakukan selama bertahun-tahun.
       ©      Skoliosis

Skoliosis adalah kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok kesamping. Skoliosis dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah satu sisi tulang belakang, dan kebiasaan ini telah dilakukan selama bertahun-tahun.

4. Nekrosa
    Nekrosa terjadi apabila selaput tulang rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.

5. Gangguan persendian
    Macam gangguan pada persendian antara lain :
      ©      Diskolasi
Diskolasi disebabkan oleh bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan penggantungnya (ligamentum) sobek.
      ©      Ankilosis
Adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan seolah-olah menyatu.
      ©      Terkilir
Adalah tertariknya ligamentum keposisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser. Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba yang sulit dilakukan.
      ©      Artritis
Adalah peradangan yang terjadi pada sendi. Artritis dapat dibedakan menjadi :
·         Artritis gout
Artritis gout terjadi karena timbunan asam urat pada jari-jari tangan terurama pada sendi-sendi. Sebagai akibatnya ruas jari-jari membesar dan terasa sakit jika digerakkan.
·         Osteoartritis
Adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya, terjadi gangguan jika sendi digerakkan.
·         Artritis eksudatif
Artritis eksudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang. Penyakit ini terjadi karena serangan kuman.
·         Artritis sika
Adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.
      ©      Serangan kuman pada sendi
·         Infeksi gonorea dan sifilis dapat menyerang persendian sehingga sendi menjadi kaku.
·         Layuh semu adalah keadaan tidak bertenaga pada sendi yang disebabkan karena layuhnya tulang akibat infeksi sifilis ketika bayi dalam kandungan.
          OTOT
  Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika sedang berelaksasi. Kontraksi otot sedang melakukan kegiatan. Relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Otot memiliki 3 karakter :
      ©      Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek, otot menjadi lebih pendek dari ukuran semula kila otot sedang melakukan kegiatan.
      ©      Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang, otot menjadi lebih panjang dari ukuran semula.
      ©      Elastisitas, adalah kemampuan otot untuk kembali di ukuran semula.

Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin, filamen aktin tipis dan filamen miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot, dan kumpulan serabut otot menyusun satu otot.

JENIS-JENIS OTOT
Berdasarkan bentuk marfologi, sistem kerja, dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi 3, yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung.
©      OTOT LURIK


Disebutotot lurik karena jika dilihat dengan mikroskopp, sel otot tersebut tampak seperti daerah gelap dan terang yang tersusun seara berselingan. Karena itu, otot lurik disebut pula sebagai otot bergores melintang. Karena melekat pada rangka, disebut otot rangka. Otot lurik dalam pengertian sehari-hari disebut daging. Sel-sel otot lurik berbentuk serabut otot. Serabut otot tersebut dibungkus oleh fasia properia. Kemudian fasia proparia dibungkus oleh selaput fasia superfasialis. Kumpulan serabut otot membentuk berkas otot. Kumpulan berkas otot membentuk otot yang melekat pada tulang.
Otot lurik dapat berkontraksi dalam waktu yang cepat dan mempunyai periode berkali-kali. Bagian ujung otot yang melekat pada tulang disebut tendon atau urat otot. Tendon merupakan jaringan ikaat yang berguna untuk menghubungkan otot dengan tulang. Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut origo, sedangkan tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut inersio. Otot lurik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Bentuk sel silindris, memenjang, dan memiliki banyak inti sel.
·         Dengan mikroskop tampak garis melintang yang tersusun atas daerah gelap dan terang berselang-seling.
·         Bekerja dibawah kesadaran kita. Artinya menuruk perintah dari otak. Karena itu disebut otot sadar.

Otot yang dilatih terus-menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi, contohnya pada binaragawan. Sebaliknya, kalau otot tidak dipergunakan akan menjadi kisut atau mengalami artrofi.

©      OTOT POLOS


Otot polos disebut juga otot tak sadar. Otot polos tersusun atas sel-sel yang berbentuk kumparan halus. . masing-masing sel memiliki inti yang terletak ditengah. Kontraksi otot polos tidak menurut kehendak, tetapi dipersarafi oleh safar autonom. Otot polos terdapat pada:
·         Dinding saluran pencernaan
·         Saluran-saluran pernapasan
·         Pembuluh darah
·         Saluran kencing dan kelamin
Otot polos memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Berbentuk gelendong, kedua ujungnya meruncing dan bagian tengahnya menggelembung. Didalam sel terdapat satu inti sel ditengah.
·         Tidak memiliki garis-garis melintang
·         Bekerja diluar kesadaran kita, artinya tidak dibawah perintah otak.

©      OTOT JANTUNG


Otot jantung terdapat pada jantung. Struktur otot jantung sama dengan otot lurik, yantu bergores melintang, tetapi sel otot jantung bercabang, inti sel terletak ditengah. Otot jantung bekerja tidak dibawah kehendak kita, melainkan otomatis. Jadi, otot jantung tergolong otot lurik yang bekerja secara tidak sadar.
KERJA OTOT
Jika otot berkontraksi, maka otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya mengembang. Karena memendek, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik. Agar tulang tersebut dapat kembali seperti semula, maka otot harus berelaksasi.
Sifat kerja otot dibedakan menjadi antagonis dan sinergis.
©      Antagonis
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya :
·         Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan bisep.
·         Abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan), misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
·         Depresor (kebawah) dan evalator (keatas), misalnya gerak kepala menunduk dan menengadah.
·         Suprinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan menengadah dan telapak tangan menelungkup.
©      Sinergis
Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot berkontraksi dan beraksasi secara bersamaan. Misalnya, otot-otot antartulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadahatau menelungkup.
            SUMBER ENERGI UNTUK GERAK OTOT
ATP (Adenosin Tti Fosfat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi kerbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsenterasi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP dan mengubahnya menjadi ATP.
Pada otot lurik, jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energi tidak memerlukan oksigen bebas. Oleh sebab itu, fase kontraksi otot disebut fase anaerob.
Sumber lain untuk memperoleh energi adalah mengubah glikogen (gula otot) menjadi glukosa. Glikogen merupakan senyawa yang tidak larut. Untuk itu, glikogen dilarutkan dulu menjadi laktasidogen. Laktasidogen akan diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa akan dioksidasi dan menghasilkan CO2, H2O, dan energi.