SISTEM GERAK PADA MANUSIA
Gerak adalah suatu tanggapan
terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak dapat berupa
gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh. Gerak pada manusia
disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan
kerjasama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena
digerakkan oleh otot, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena
kemampuannya berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang.
RANGKA TUBUH
MANUSIA
Rangka tubuh manusia tersusun atas 206 tulang yang saling berhubungan.
Jadi, tulang adalah bagian-bagian yang menyusun rangka. Hubungan antar tulang
akan membentuk sendi (artikulasi). Rangka tubuh manusia mempunyai beberapa
fungsi antara lain sebagai berikut :
1.
Untuk
menegakkan badan, misalnya ruas tulang belakang.
2.
Untuk memberi
bentuk badan, misalnya tulang-tulang tengkorak memberi bentuk wajah.
3.
Untuk
melindungi bagian-bagian tubuh yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak
dan mata, tulang rusuk melindungi jantung.
4.
Sebagai tempat
melekatnya otot.
5.
Sebagai tempat
pembuatan sel-sl darah merah dan sel-sel darah putih, khususnya dalam sumsum
tulang.
6.
Sebagai alat
gerak pasif.
7.
Sebagai
perlindungan mineral.
8.
Tempat
penyerapan dan penglepasan kalsium
Bentuk tubuh manusia tidak terlepas
dari peran rangka. Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh panjang dan
ukuran tulang-tulang penyusun tubuhnya. Tulang dibantu dengan adanya otot
dan persendian, maka tubuh manusia dapat bergerak. Sebagian besar
pembentukan sel darah juga terjadi di dalam sumsum tulang. Tulang juga
merupakan organ yang mengandung mineral kalsium paling banyak diantara organ
tubuh lainnya.
Secara garis besar, rangka manusia
dibagi menjadi dua, yaitu Rangka Aksial (sumbu tubuh) dan Rangka Apendikuler
(anggota tubuh) :
A.
RANGKA AKSIAL
Rangka aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang belakang (vertebra),
hioid, tulang dada, dan tulang rusuk. Berikut ini akan kira pelajari tentang
rangka aksial :
1.
TENGKORAK
Tengkorak berfungsi untuk melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan. Tulang tengkorak membentuk kepala seseorang.Tulang ini merupakan kepingan tulang pipih berongga yang saling berhubungan.Tulang tengkorak manusia terdiri atas 22 tulang.Tulang tersebut terbagai menjadi tulang bagian kepala (kranial) dan bagian wajah (fasial). Tulang kranial membentuk tempurung dan berfungsi melindungi organ didalamnya,yaitu otak. Tulang fasial membentuk rongga mata, rongga hidung, wajah seseorang. Tulang ini berfungsi melindungi mata serta organ mulut dan bagian dalam hidung.
2.
HIOID
Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat diantara laring dan
mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan
lidah.
3.
TULANG BELAKANG
(Vertebrae)
Pada tulang belakang terjadi pelengkungan-pelengkungan yang berfungsi untuk
menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai
macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk, atau berlari. Tulang ini
juga merupakan tempat terdapatnya saraf utama tubuh.
4.
TULANG DADA DAN
RUSUK
Tulang dada dan rusuk bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi
organ-ornag penting didalam dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang dada
terletak di bagian depan tubuh dan berjumlah 1 ruas tulang. Tulang dada terdiri
atas bagian hulu, badan dan taju pedang. Tulang ini merupakan perlekatan bagian
depan dari 7 pasang tulang rusuk sejati. Tulang dada, tulang punggung dan
tulang rusuk membentuk rongga dada (ribs cage) dan berfungsi
melindungi organ-organ didalamnya serta membantu dalam pernafasan.
Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang. Tulang rusuk
berbentuk pipih dan panjang melengkung. Bagian belakang tulang rusuk
berhubungan langsung dengan ruas tulang punggung (vertebra torak). Tulang
rusuk berjumlah 12 pasang tulang, terdiri atas 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang
rusuk palsu, dan 2 pasang rusuk melayang. Bagian depan tulang rusuk sejati
melekat pada tulang dada (sternum). Tulang rusuk palsu pada bagian
belakang melekat pada tulang punggung (vertebra torak), sedangkan di bagian
depan melekat pada tulang rusuk diatasnya. Tulang rusuk yang paling
melengkung adalah tulang rusuk kesembilan. Tulang rusuk tersusun teratur
sesuai dengan perlekatannya dengan tulang belakang. Ruangan diantara
tulang rusuk disebut intercostal spaces.Tulang rusuk melayang hanya
bersendian dengan tulang punggung dan tidak bersendian dengan tulang dada, oleh karena itu seperti tampak
melayang. Ukuran tulang rusuk melayang lebih pendek dibandingkan dengan
rusuk yang lain.
|
TULANG-TULANG RANGKA AKSIAL
|
||
|
Divisi Tulang
|
Nama Tulang Penyusun
|
Jumlah
|
|
1)
Tengkorak
terdiri dari :
a.Kranium (tempurung kepala)
|
© Frontal (tulang dahi)
© Ubun-ubun
© Pelipis
© Oksipetal
© Spenoid (tulang baji)
© Ethmoid
|
© 1
© 2
© 2
© 1
© 1
|
|
b. Wajah
|
©
Maxila
(rahang atas)
©
Mandibula (rahang
bawah)
©
Nasal (tulang
hidung)
©
Lacrimal
(tulang air mata)
©
Palatum
(tulang langit”)
©
Zigomatic
(tulang pipi)
©
Vomer
©
Konka
inferior
|
©
2
©
1
©
2
©
2
©
2
©
2
©
1
©
2
|
|
c. Oksila telinga
|
© Maleus (tulang martil)
© Inkus (tulang paron)
© Stapes (sanggurdi)
|
© 2
© 2
© 2
|
|
2)
Hioid
|
©
Hioid
|
©
1
|
|
3) Tulang
belakang(vertebrae)
|
© Serviks (leher)
© Toraxalis (punggung)
© Lumbarum (pinggang)
© Sacrum (kelangkang)
© Koksigea (ekor,4ruas berfungsi menjadi satu )
|
© 7
© 12
© 5
© 1
© 1
|
|
4)
Tulang dada
(sternum)
|
©
Manubrium
©
Gladiolus
©
Xifoid
|
©
1
©
1
©
1
Bergabung
menjadi 1.
|
|
5)
Rusuk
(costae)
|
© Rusuk sejati
© Rusuk melayang
© Rusuk palsu
|
© 7
© 2
© 3
|
B.
RANGKA
APENDIKULER
Rangka apendikuker terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan,
tulang-tulang lengan, tungkai dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler
menyusun alat gerak, tangan, dan kaki. Rangka apendikuler terdiri dari 126 ruas
tulang.
Rangka apendikuler terdiri dari :
1. TULANG ANGGOTA GERAK ATAS
a) TULANG GELANG BAHU
Terdiri atas tulang belikat
(skapula) dan tulang selangka (klavikula). Tulang belikat berbentuk seperti
segitiga pipih dan bersendian dengan tulang lengan atas (humerus). Tulang
belikat memiliki tonjolan yang disebut paruh gagak. Tulang belikat ada sepasang
yang terletak disebelah kanan dan kiri tubuh bagian belakang. Tulang selangka
ada sepasang yang terletak disebelah kanan dan kiri. Tulang selangka
menghubungkan bahu dengan tulang dada bagian hulu. Tulang selangka pada ujung
bagian depan melekat pada tulang dada (sternum). Tulang gelang bahu berjumlah
total 4 tulang.
b) TULANG LENGAN ATAS
Berbentuk seperti pipa dengan
bonggol di setiap ujungnya. Pada bagian bawah memiliki dua bonggol yang
bersendian dengan tulang lengan bawah (hasta dan ulna). Pada bagian atas
bersendian dengan tulang belikat (skapula). Terdapat 2 tulang lengan atas pada
tubuh manusia.
c) TULANG LENGAN BAWAH
Terdiri atas tulang hasta (ulna) dan
tulang pengumpil (radius). Bagian ujung tulang hasta merupakan siku tangan
sedangkan bagian bawahnya merupakan tempat terdapatnya jari kelingking.
Bagian ujung atas tulang pengumpil bersendian dengan tulang humerus
sedangkan bagian bawahnya merupakan tempat terdapatnya tulang ibu jari
(jempol). Kedua ujung bawah tulang lengan bawah bersendian dengan tulang
pergelangan tangan (karpal). Jumlah total ruas tulang lengan bawah berjumlah 4
ruas tulang.
d) TULANG PERGELANGAN TANGAN
Tulang pergelangan tangan berukuran
pendek dan merupakan penghubung antara tulang lengan bawah dengan tulang
telapak tangan (metakarpal). Tulang pergelangan tangan pada masing-masing
tangan berjumlah 8 ruas tulang.
e) TULANG TELAPAK TANGAN (METAKARPAL)
Tulang telapak tangan berukuran
pendek dan merupakan penghubung antara tulang pergelangan tangan dengan tulang-tulang
jari tangan (phalanges). Tulang telapak tangan pada masing-masing tangan
berjumlah 5 ruas tulang.
f) TULANG JARI TANGAN (FALANGES DIGITARUM MANUS)
Tulang-tulang jari tangan berukuran
pendek dan berbonggol. Pada masing-masing tangan berjumlah 14 ruas tulang.
2. TULANG ANGGOTA GERAK BAWAH
a) TULANG GELANG PANGGUL
Tulang gelang panggul merupakan gabungan dari 6 tulang yaitu 2 tulang usus
(ilium), 2 tulang duduk (ischium) dan 2 tulang kemaluan (pubis). Tulang
gelang panggul berbentuk pipih. Pada perempuan lubang yang terbentuk antara
ilium, ischium, dan pubis lebih lebar dan dalam dibandingkan dengan
laki-laki. Hal itu berperan ketika mengandung bayi dan melahirkan.
|
TULANG-TULANG RANGKA APENDIKULER
|
||
|
DIVISI TULANG
|
NAMA TULANG PENYUSUN
|
JUMLAH
|
|
BAGIAN ATAS
|
©
Tulang
Selangka (Clavicula)
©
Tulang
Belikat (Scapula)
© Tulang Pangkal Lengan (Humerus)
©
Tulang hasta
(Ulna)
©
Tulang
apaengupil (radius)
© Tulang
Pergelangan tangan (Karpal)
§
Skafoid
§
Lunate
§
Triquetrum
§
Pisiform
§
Trapesium
§
Trapesoid
§
Kapitatum
§
Hamate
© Tulang
telapak tangan (metakarpal)
© Jari tangan (falanges
digitarum manus)
|
©
2
©
2
©
2
©
2
©
2
©
16
§
2
§
2
§
2
§
2
§
2
§
2
§
2
§
2
© 10
© 28
|
|
BAGIAN BAWAH
|
© Tulang koksa
atau Inomiat :
§
Illium
§
Ikshium
§
Pubis
© Paha (femur)
© Lutut (patella)
© Tulang betis (fibula)
© Tulang kering (tibia)
© Tulang pergelangan kaki (tarsal)
§
Kalkaneus
§
Talus
§
Koboid
§
Navikular
§
Kuneformis
© Telapak kaki
(metatarsal)
© Jari kaki
(falanges digitarum pedis)
|
©
2
§
1
§
1
§
1
©
2
©
2
©
2
©
2
©
14
§
2
§
2
§
2
§
2
§
6
©
10
©
28
|
b) TULANG PAHA (FEMUR)
Tulang paha berbentuk seperti pipa panjang yang berbonggol di setiap
ujungnya. Ujung atas bersendian dengan tulang gelang panggul, sedangakan ujung
bagian bawah bersendian dengan tulang kering (tibia) dan tulang tempurung lutut
(patela). Tulang paha merupakan tulang terpanjang, terkuat, dan terberat
diantara tulang tubuh lainnya. Tulang paha berjumlah total 2 tulang.
c) TULANG KERING (TIBIA DAN TULANG
BETIS (FIBULA))
Tulang kering berukuran lebih besar daripada tulang betis. Letak
tulang kering terdapat lebih di bagian depan dari tulang betis. Ujung
bagian atas tulang kering bersendian dengan tulang paha dan ujung bawahnya
bersendian dengan tulang pergelangan kaki (tarsal). Pada masing-masing
kaki terdapat 1 tulang kering dan 1 tulang betis.
d) TULANG PERGELANGAN KAKI (TARSAL)
Tulang pergelangan kaki berukuran pendek. Tulang ini terdapat
diantara tulang tibia dan tulang telapak kaki. Jumlah tulang ini Pada
masing-masing kaki berjumlah 7 tulang.
e) TULANG JARI KAKI (FALANGES
DIGITARUM PEDIS)
Tulang-tulang jari kaki berukuran pendek dan berbonggol. Pada
masing-masing kaki berjumlah 14 tulang.
MACAM-MACAM TULANG BERDASARKAN BENTUKNYA :
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi 3, yaitu tulang pipa,
tulang pipih, dan tulang pendek. Selain itu, juga terdapat tulang tak
berbentuk.
a. TULANG PIPA
Tulang pipa berbentuk tabung dan
pada umunya berongga. Disebut tulang pipa karena bentuknya seperti pipa, yantu
bulat, memanjang, dan bagian tengahnya berlubang. Diujung tulang pipa terdapat
perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Contohnya adalah
tulang lengan, tulang paha, dan ruas tulang jari. Didalam tulang pipa terisi
sumsum kuning dan lemak. Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian
tengah disebut diafisis, kedua ujung disebut epifisis dan antara diafisis dan
epifisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa
kartilago yang mengandung osteoblast, dan pada orang dewasa yang sudah tidak
bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblast menempati
rongga yang disebut rongga sumsum tulang.
b. TULANG PIPIH
Tulang pipih berbentuk pipih.
Didalamnya terisi sumsum merah. Sumsum merah merupakan tempat pembuatan sel
darah merah dan sel darah putih. Tulang pipih tersusun atas dua lempengantulang
kompak dan tulang spons. Kebanbanyakan
tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering
berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh tulang pipih adalah
tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul, tulang tengkorak dan
tulang dahi.
c. TULANG PENDEK
Tulang pendek berbentuk bulat den
pendek, sehingga disebut sebagai ruas tulang. Didalam tulang pendek terdapat
sumsum merah, contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang,
pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
d. TULANG TAK BERBENTUK
Tulang tak berbentuk memiliki
bentuk yang tak tertentu. Tulang ini terdapat pada wajah dan tulang belakang. Umumnya
merupakan tulang berongga yang ditutupi oleh tulang kompak.
MACAM-MACAM TULANG BERDASARKAN STRUKTURNYA.
a. TULANG KERAS (OSTEON)
Tulang keras biasanya disebut
dengan istilah tulang. Tulang keras tersusun atas jaringan ikat yang padat dan
matriks tulang. Matriks tulang adalah ruang-ruang diantara sel-sel tulang yang
terisi oleh suatu massa atau bahan. Matriks tulang berupa zat kapur, protein,
dan sedikit zat perekat, yaitu zat kolagen. Zat kapur tersebut terdapat dalam
bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium
fosfat Ca3 (PO4)2. Oleh karene itu, tulang keras
bersifat keras dan tidak lentur, pada orang dewasa, kadar zat kapur lebih
tinggi daripada anak-anak sehingga tulang orang dewasa lebih keras dibandingkan
tulang anak-anak. Sedangkan anak-anak mempunyai zat perekat lebih banyak
dibanding dengan orang dewasa. Karena itu, jika patah tulang, anak-anak lebih
cepat sembuh daripada orang dewasa. Tulang tersusun atas bagian-bagian sebagai
berikut :
©
Osteoblast,
merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit.
©
Osteosit,
merupakan sel-sel tulang dewasa.
©
Osteoprogenator,
merupakan sel khusus, yaitu derivat mesenkim yang memiliki potensi mitosis yang
mampu berdiferensiasi menjadi odteoblast. Osteoprogenator terdapat dibagian
luar membran (periosteum).
©
Osteoklas,
merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat disekitar permukaan
tulang. Fungsi osteoklas untuk pengembangan, pemeliharaan, perawatan, dan
perbaikan tulang.
STRUKTUR TULANG KERAS
Bagian tulang keras
tertutup oleh selapis jaringan ikat liat yang disebut periosteum. Lapisan
periosteum merupakan tempat melekatnya otot. Pada penampang melintang tulang
keras tampak kelompok lingkaran. Lingkaran itu berlapis-lapis mengelilingi
saluran havers. Didalam saluran havers ada pembuluh darah yang memberikan
makanan pada sel tulang keras(osteosit) yang terletak pada setiap lapisan
lingkaran.
Ditinjau dari sifat bahan penyusunnya, terdapat 2 macam tulang keras :
1. Tulang kompak, bahan penyusun tulang rapat dan padat, contohnya lapisan
luar tulang pipa.
2. Tulang spons, bahan penyusun berongga, contohnya tulang pendek dan ujung
tulang panjang dekat sembungan tulang.
b. TULANG RAWAN (KARTILAGO)
Tulang rawan bersifat bingkas dan
lentur serta terdiri dari sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks yang
berupa kondrin. Ruang antarsel tulang rawan berisi banyak zat perekat dan
sedikit mengandung zat kapur. Pada masa pertumbuhan, terutama masa bayi,
tulang-tulang masih berupa tulang rawan. Beberapa bagian misalnya tulang
ubun-ubun masih belum menutup. Semakin lama, ruang antar selnya terisi zat
kapur sehingga semakin bertambah keras dan berubah menjadi tulang keras. Pada
ujung tulang terdapat cakra epifise yang terdiri dari sel-sel tulang rawan yang
aktif membelah. Dengan adanya cakra epifise, tulang dapat bertambah panjang.
Tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput tulang rawan
(perikondrium) yang mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas).
Tulang rawan ada tiga tipe, yaitu :
©
TULANG RAWAN
HILAIN
Tulang rawan hilain merupakan bentuk tulang rawan yang paling banyak terdapat dibandingkan dengan bentuk lainnya. Matriksnya memiliki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat. Tulang rawan hilain terdapat pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hilain bening seperti kaca.
©
TULANG RAWAN
ELASTIK
Susunsn perikondrium, matriks, sel, dan lakuna pada tulang rawan elastik sama dengan susunan pada tulang rawan hilain. Tetapi, serat kolagen tulang rawan elastik tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang rawan hilain. Bentuk serat-serat elastik bergelombang. Tulang rawan elastik terdapat pada epiglotis dan bagian luar telinga.
©
TULANG RAWAN
FIBROSA
Matriks tulang rawan fibrosa mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur, terletak di perlekatan ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Ciri khas dari tulang rawan adalah lakuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel (kondrosit).
HUBUNGAN ANTARTULANG
Tulang dalam tubuh dapat berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan
antar tulang disebut artikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, maka
diperlukan struktur khusus yang disebut sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago
didaerah sendi. Mula-mula kartilago akan memnesar lalu kedua ujungnya akan diliputi
jaringan ikat. Kemudian, kedua ujung kartilago akan membentuk sel-sel tulang,
keduanya diselaputi oleh selaput senddi (membran sinovial) yang liat dan
menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut cairan sinnovial.
Didalam sistem rangka manusia, terdapat 3 jenis hubungan antar tulang yaitu
sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Berikut akan saya jelaskan
satu-persatu : :J
©
SINARTROIS
Sinartrosis
adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. Hubungan antar
tulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat yang kemudian menulang
sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan.
Ada 2 tipe
utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis. Suture adalah hubunhan antar
tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada
tengkorak. Sedangkan sinkondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan
oleh kartilago hilain. Contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada
tulang dewasa.
©
AMFIARTROSIS
Amfiartrosis
adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk
sedikit gerakkan. Amfiartrosis dibagi menjadi 2, yaitu simfisis dan
sindesmosis. Pada simfisis,sendi dihubungkan oleg kartilago serabut yang pipih,
contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan. Pada
sindesmosis, sendi dihubunhkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
Contohnya, sendi antartulang betis dan tulang kering.
©
DIARTROSIS
Diartrosis
adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubunhkan oleg
jaringan sehingga tulang dapat digerakkan, disenut juga sendi. Diartrosis
disebut juga sendi. Sendi ada yang bergerak ke satu arah dan ada pula yang
bergerak ke berbagai arah.
Ciri-ciri
diartrosis adalah sebagai berikut :
I.
Permukaan sendi
dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous.
II.
Bagian dalam
kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat yang disebut membran sinnovial yang
menghasilkan cairan sinnovial untuk mengurangi gesekan.
III.
Kapsul
fibrousnya ada yang di perkuat oleh ligamen dan ada juga yang tidak.
IV.
Didalam kapsul
biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.
Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis
contohnya adalah sebagai berikut :
v Sendi Engsel
Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Misalnya sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari.
v Sendi Putar
pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, misalnya sendi antara tulang hasta dan pengumpil, dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
v Sendi Pelana
Pada sendi pelana, kedua ujung ujung tulang membantuk sendi yang berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas. Misalnya, sendi antara tulang telapak tangan dan dengan ruas jari tangan.
v Sendi Peluru
Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentul lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas kesegala arah dan dapat berporos 3. Misalnya sendi antara tulang gelang bahu dan lengan atas, dan antara tulang gelang panggul dan paha.
v Sendi Elipsoid
Sendi elipsoid memungkinkan gerakan berporos 2 dengan gerakan kekanan dan kekiri, kedepan dan kebelakang. Ujung tulang yang satu berbentul oval dan masku kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Misalnya sendi antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
Sendi elipsoid memungkinkan gerakan berporos 2 dengan gerakan kekanan dan kekiri, kedepan dan kebelakang. Ujung tulang yang satu berbentul oval dan masku kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Misalnya sendi antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
v Sendi Luncur
Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos.contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antar tulang pergelangan kaki, antartulang selangka,dan antartulang belikat.
Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos.contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antar tulang pergelangan kaki, antartulang selangka,dan antartulang belikat.
KELAINAN DAN GANGGUAN PADA TULANG
Kelainan pada tulang dapat
mengganggu proses gerakan yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat
terjadi karena :
a. Kekurangan vitamin D
Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk osifikasi (penulangan)pada tulang. Pada mamalia, vitamin D disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin D dapat terjadi jika tubuh tidak menerima sinar matahari yand cukup. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat ,menyebabkan penyakit rakitis, biasanya terlikat pada pertumbuhan anak yang tergganggu dan kaki berbentukO atau X. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dan zat kepur mengakibatkan penyakit yang disebut osteomalaisia.
Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk osifikasi (penulangan)pada tulang. Pada mamalia, vitamin D disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin D dapat terjadi jika tubuh tidak menerima sinar matahari yand cukup. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat ,menyebabkan penyakit rakitis, biasanya terlikat pada pertumbuhan anak yang tergganggu dan kaki berbentukO atau X. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dan zat kepur mengakibatkan penyakit yang disebut osteomalaisia.
b. Kecelakaan
Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura seperti berikut :
1. Memar
Gangguan ini merupakan sobeknya selaput sendi. Bila sobeknya selaput sendi diikuti lepasnya ujung tulang dari sendi, maka disebut urai sendi.
Gangguan pada tulang dapat berupa memar dan fraktura seperti berikut :
1. Memar
Gangguan ini merupakan sobeknya selaput sendi. Bila sobeknya selaput sendi diikuti lepasnya ujung tulang dari sendi, maka disebut urai sendi.
2. Fraktura
Fraktura atau patah tulang dibedakan sebagai berikut :
Fraktura atau patah tulang dibedakan sebagai berikut :
©
Patah tulang
tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
©
Patah tulang
terbuka. Bila tulang yang patah merobek kulit dan tulang mencuat keluar.
©
Fissura, bila
tulang hanya retak.
3. Kebiasaan
duduk yang salah
Kebiasaan posisi tubuh yang salah yang
dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelainan tulang antara lain :
©
Lordosis
Adalah kelainan pada tulang leher dan panggul yang terlalu membengkok kedepan.
©
Kifosis
Adalah kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang. Kelainan ini dapat terjadi misalnya karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk dan dikakukan selama bertahun-tahun.
©
Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok kesamping. Skoliosis dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah satu sisi tulang belakang, dan kebiasaan ini telah dilakukan selama bertahun-tahun.
4. Nekrosa
Nekrosa terjadi apabila selaput tulang rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.
Nekrosa terjadi apabila selaput tulang rusak sehingga bagian tulang tidak memperoleh makanan, lalu mati dan mengering.
5. Gangguan
persendian
Macam gangguan pada persendian antara lain
:
©
Diskolasi
Diskolasi disebabkan oleh bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan penggantungnya (ligamentum) sobek.
Diskolasi disebabkan oleh bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan penggantungnya (ligamentum) sobek.
©
Ankilosis
Adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan seolah-olah menyatu.
Adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan seolah-olah menyatu.
©
Terkilir
Adalah tertariknya ligamentum keposisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser. Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba yang sulit dilakukan.
Adalah tertariknya ligamentum keposisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser. Terkilir dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba yang sulit dilakukan.
©
Artritis
Adalah peradangan yang terjadi pada sendi. Artritis dapat dibedakan menjadi :
Adalah peradangan yang terjadi pada sendi. Artritis dapat dibedakan menjadi :
·
Artritis gout
Artritis gout terjadi karena timbunan asam urat pada jari-jari tangan terurama pada sendi-sendi. Sebagai akibatnya ruas jari-jari membesar dan terasa sakit jika digerakkan.
Artritis gout terjadi karena timbunan asam urat pada jari-jari tangan terurama pada sendi-sendi. Sebagai akibatnya ruas jari-jari membesar dan terasa sakit jika digerakkan.
·
Osteoartritis
Adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya, terjadi gangguan jika sendi digerakkan.
Adalah menipisnya tulang rawan sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya, terjadi gangguan jika sendi digerakkan.
·
Artritis
eksudatif
Artritis eksudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang. Penyakit ini terjadi karena serangan kuman.
Artritis eksudatif adalah terisinya rongga sendi oleh cairan yang disebut getah radang. Penyakit ini terjadi karena serangan kuman.
·
Artritis sika
Adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.
Adalah berkurangnya minyak sendi yang menyebabkan rasa nyeri saat tulang digerakkan.
©
Serangan kuman
pada sendi
·
Infeksi gonorea
dan sifilis dapat menyerang persendian sehingga sendi menjadi kaku.
·
Layuh semu
adalah keadaan tidak bertenaga pada sendi yang disebabkan karena layuhnya
tulang akibat infeksi sifilis ketika bayi dalam kandungan.
OTOT
Otot merupakan
alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi. Otot memendek jika sedang
berkontraksi dan memanjang jika sedang berelaksasi. Kontraksi otot sedang
melakukan kegiatan. Relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Otot
memiliki 3 karakter :
©
Kontraksibilitas,
yaitu kemampuan otot untuk memendek, otot menjadi lebih pendek dari ukuran
semula kila otot sedang melakukan kegiatan.
©
Ekstensibilitas,
yaitu kemampuan otot untuk memanjang, otot menjadi lebih panjang dari ukuran
semula.
©
Elastisitas,
adalah kemampuan otot untuk kembali di ukuran semula.
Otot tersusun atas dua macam filamen
dasar, yaitu filamen aktin dan filamen miosin, filamen aktin tipis dan filamen
miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut
otot, dan kumpulan serabut otot menyusun satu otot.
JENIS-JENIS
OTOT
Berdasarkan bentuk marfologi, sistem
kerja, dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi 3, yaitu otot lurik,
otot polos dan otot jantung.
©
OTOT LURIK
Disebutotot lurik karena jika dilihat dengan mikroskopp, sel otot tersebut tampak seperti daerah gelap dan terang yang tersusun seara berselingan. Karena itu, otot lurik disebut pula sebagai otot bergores melintang. Karena melekat pada rangka, disebut otot rangka. Otot lurik dalam pengertian sehari-hari disebut daging. Sel-sel otot lurik berbentuk serabut otot. Serabut otot tersebut dibungkus oleh fasia properia. Kemudian fasia proparia dibungkus oleh selaput fasia superfasialis. Kumpulan serabut otot membentuk berkas otot. Kumpulan berkas otot membentuk otot yang melekat pada tulang.
Otot lurik dapat berkontraksi dalam waktu yang cepat dan mempunyai periode berkali-kali. Bagian ujung otot yang melekat pada tulang disebut tendon atau urat otot. Tendon merupakan jaringan ikaat yang berguna untuk menghubungkan otot dengan tulang. Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut origo, sedangkan tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut inersio. Otot lurik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·
Bentuk sel
silindris, memenjang, dan memiliki banyak inti sel.
·
Dengan
mikroskop tampak garis melintang yang tersusun atas daerah gelap dan terang
berselang-seling.
·
Bekerja dibawah
kesadaran kita. Artinya menuruk perintah dari otak. Karena itu disebut otot
sadar.
Otot yang dilatih terus-menerus akan membesar atau
mengalami hipertrofi, contohnya pada binaragawan. Sebaliknya, kalau otot tidak
dipergunakan akan menjadi kisut atau mengalami artrofi.
©
OTOT POLOS
Otot polos disebut juga otot tak sadar. Otot polos tersusun atas sel-sel yang berbentuk kumparan halus. . masing-masing sel memiliki inti yang terletak ditengah. Kontraksi otot polos tidak menurut kehendak, tetapi dipersarafi oleh safar autonom. Otot polos terdapat pada:
·
Dinding saluran
pencernaan
·
Saluran-saluran
pernapasan
·
Pembuluh darah
·
Saluran kencing
dan kelamin
Otot polos memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·
Berbentuk
gelendong, kedua ujungnya meruncing dan bagian tengahnya menggelembung. Didalam
sel terdapat satu inti sel ditengah.
·
Tidak memiliki
garis-garis melintang
·
Bekerja diluar
kesadaran kita, artinya tidak dibawah perintah otak.
©
OTOT JANTUNG
Otot jantung terdapat pada jantung. Struktur otot jantung sama dengan otot lurik, yantu bergores melintang, tetapi sel otot jantung bercabang, inti sel terletak ditengah. Otot jantung bekerja tidak dibawah kehendak kita, melainkan otomatis. Jadi, otot jantung tergolong otot lurik yang bekerja secara tidak sadar.
KERJA OTOT
Jika otot
berkontraksi, maka otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya
mengembang. Karena memendek, tulang yang dilekati otot tersebut tertarik. Agar tulang
tersebut dapat kembali seperti semula, maka otot harus berelaksasi.
Sifat kerja
otot dibedakan menjadi antagonis dan sinergis.
©
Antagonis
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya :
Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan, contohnya :
·
Ekstensor
(meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya otot trisep dan bisep.
·
Abduktor
(menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan), misalnya gerak tangan sejajar
bahu dan sikap sempurna.
·
Depresor
(kebawah) dan evalator (keatas), misalnya gerak kepala menunduk dan menengadah.
·
Suprinator
(menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya gerak telapak tangan
menengadah dan telapak tangan menelungkup.
©
Sinergis
Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot berkontraksi dan beraksasi secara bersamaan. Misalnya, otot-otot antartulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadahatau menelungkup.
Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot berkontraksi dan beraksasi secara bersamaan. Misalnya, otot-otot antartulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas, atau otot pronator, yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadahatau menelungkup.
SUMBER ENERGI UNTUK
GERAK OTOT
ATP (Adenosin Tti Fosfat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi
otot. ATP berasal dari oksidasi kerbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan
interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat
dalam konsenterasi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung
sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada
ADP dan mengubahnya menjadi ATP.
Pada otot lurik, jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP.
Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energi tidak memerlukan
oksigen bebas. Oleh sebab itu, fase kontraksi otot disebut fase anaerob.
Sumber lain untuk memperoleh energi adalah mengubah glikogen (gula otot)
menjadi glukosa. Glikogen merupakan senyawa yang tidak larut. Untuk itu,
glikogen dilarutkan dulu menjadi laktasidogen. Laktasidogen akan diubah menjadi
glukosa dan asam laktat. Glukosa akan dioksidasi dan menghasilkan CO2, H2O, dan energi.



































0 komentar:
Posting Komentar