Sistem Pencernaan Pada Manusia
A. MAKANAN DAN KESEHATAN
Makanan merupakan faktor yang
menentukan kesehatan individu. Karena itu, jika kita makan hendaknya mengacu
pada kebutuhan tubuh dan bukan hanyamengacu pada kesukaan.kita harus tetap
makan teratur meskipun kita tidak nafsu makan. Agar kita dapat memilih makanan
sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka perlu pengetahuan tentang fungsi makanan,
cara pengolahannya dan penyajiannya.
B.
FUNGSI MAKANAN.
Setiap orang memerlukan
makanan bergizi. Jumlah zat makanan yang kita makan tidak sama, tergantung
kebutuhan hidup. Orang yang bekerja keras dan banyak gerak, harus cukup
mengkonsumsi karbohidrat. Jika pekerjaan telah selesai, jumlah karbohidrat yang
dimakan harus dikurangi. Orang yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehabis
sakit, menyusui dan hamil memerlukan protein yang cukup. Pada saat berlangsung
respirasi didalam sel tubuh, terjadi pembakaran atau oksidasi biologi. Oksidasi
biologi adalah reaksi antara makanan dengan oksigen. Oksidasi menghasilkan
energi. Energi yang dihasilkan itu menghasilkan untuk melakukan semua proses
kegiatan hidup, termasuk mempertahankan suhu tubuh agar selalu tetap yaitu
sekitar 37°C.
Berbagai jenis bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menghasilkan
energi yang besarnya berbeda-beda.
Jadi, kita perlu memahami
fungsi zat makanan yang kita konsumsi. Zat-zat makanan yang kita makan adalah
karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Selain itu, tubuh kita juga
memerlukan air.
1.
Karbohidrat
sebagai sumber energi.
Karbohidrat merupakan senyawa
karbon karena banyak mengandung unsur karbon atau C, disamping unsur-unsur
Hidrogen (H) dan oksigen (O). Contoh sumber karbohidrat adalah zat tepung dan
gula. Zat tepung diperoleh dari nasi, roti, ketela pohon, sagu, ketela rambat,
kentang dan ubi. Sedangkan gula banyak terdapat sebagai glukosa dan fruktosa
dalam sayuran dan buah-buahan, sukrosa dalam gula putih dan laktosa dalam susu.
Karbohidrat berfungsi sebagai
sumber energi. Energi digunakan untuk bergerak, tumbuh, mempertahankan suhu
tubuh dan berkembang biak. Orang yang bekerja berat dan banyak bergerak
memerlukan banyak karbohidrat. Kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam bentuk
lemak di daerah perut, disekeliling ginjal, jantung atau dibawah kulit yang
menyebabkan tubuh menjadi gemuk.
2.
Lemak
sebagai sumber energi
Lemak adalah sumber energi
yang tinggi. Makanan yang banyak mengandung lemak misalnya kacang, kelapa,
lemak hewan, minyak jagung, minyak kedelai dan mentega.
Fungsi lemak adalah :
©
Sebagai sumber
energi.
©
Pelarut vitamin A, D,
E dan K.
©
Pelindung organ tubuh
yang penting, misalnya mata, ginjal dan jantung.
©
Pelindung tubuh
terhadap suhu yang rendah, yaitu sebagai isolator dibawah kulit untuk
menghindari panas tubuh.
Lemak
hewan banyak mengandung kolesterol. Kolesterol dioerlukan tubuh untuk menyusun
membran sel dan hormon. Namun, kelebihan kolesterol dapat mengendap didinding
pembuluh darah. Endapan kolesterol menyebabkan pembuluh darah menyempit.
Akibatnya tekanan darah tinggi. Kolesterol banyak terdapat pada organ dalam hewan
dan lemak hewan. Minyak tumbuhan merupakan minyak yang bebas kolesterol.
3. Protein untuk pengganti dan pertumbuhan sel.
Protein dibedakan menjadi
protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang diperoleh
dari hewan, misalnya daging, telur, ikan, cumi-cumi, udang, susudan keju.
Protein hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap daripada protein
nabati. Asam amino adalah senyawa penyusun protein.
Sedangkan protein nabati
adalah protein yang diperoleh dari tumbuhan, seperti kacang tanah, kedelai,
kecap, tempe, tahu, kacang ercis dan kacang merah. Kandungan asam amino protein
nabati kurang lengkap dibandingkan kandungan asam amino protein hewani.
Protein yang kita makan
dicerna menjadai asam amino. Didalam tubuh, asam amino tersebut diubah kembali
menjadi protein sesuai dengan kebutuhan tubuh. Protein berfungsi untuk
pertumbuhan sel, mengganti sel yang rusak atau mati, dan mengatur proses
didalam tubuh. Dengan kata lain, protein merupakan zat makanan sebagai bahan
pembangun tubuh. Kekurangan protein menyebabkan pertumbuhan terhambat dan mudah
terkena infeksi.
4.
Vitamin
untuk melancarkan metabolisme tubuh.
Metabolisme tubuh
adalah proses reaksi pembentukan dan pembongkaran zat yang berlangsung didalam
tubuh. Reaksi-reaksi tersebut bisa berjalan lancar jika ada vitamin. Tetapi,
tubuh kita tidak bisa menghasilkan vitamin. Oleh karena itu, makanan yang kita
makan harus mengandung vitamin yang cukup.
Vitamin
dapat dikelompokkan menjadi kelompok vitamin yang larut dalamlemak dan vitamin
yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A,D,E dan
K.
Kekurangan
vitamin dapat menyebabkan vitamin avitaminosis . kekurangan vitamin A
menyebabkan vitamin avitaminosis A, kekurangan vitamin D menyebabkan penyakit
avitaminosis D, dan seterusnya. Uraian tentang macam-macam vitamin adalah
sebagai berikut :
a)
VITAMIN A
Vitamin A banyak terdapat pada
minyak ikan, wortel,tomat, dan buah-buahan yang banyak mengandung pigmen
karotin ( bewarna merah ). Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan
penglihatan.
b) VITAMIN B
Vitamin B banyak ragamnya, misalnya B1, B2, B6 dan B12. Vitamin yang mengandung
berbagai macam vitamin B disebut vitamin B kompleks. Vitamin b banyak terdapat
pada kulit ari beras, kacang hijau, kedelai, dan sayuran, yang berfungsi untuk
melancarkan reaksi metabolisme tubuh, terutama reaksi pembakaran atau eaksi
okidasi.
Kekurangan vitamin B dapat mengakibatkan penyakit beri-beri, kaki tangan
kesemutan dan pesendian terasa gatal dan ngilu.
c)
VITAMIN C
Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Vitamin Clarut
dalam air sehingga kelebihannya dikeluarkan melalui urin. Kekurangan vitamin C
dapat mengakibatkan penyakit gusi berdarah (skorbut).
d)
VITAMIN D
Vitamin D banyak terdapat pada susu,
daging dan sayuran dalam bentu pro vitamin D atau calon vitamin D.
Cahaya matahari dapat membantu pengubahan pro vitamin D menjadi vitamin D
dikulit. Vitamin D berfungsi dalam proses pembentukan tulang. Kekurangan
vitamin D akan menyebabkan penyakit rakitis. Penderita rakitis memiliki kaki
berbentuk O atau X.
e)
VITAMIN E
Vitamin E berguna untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh, menjaga struktur
sel-sel darah merah, dan menjaga keremajaan sel. Vitamin E dapat diperoleh dari
kecamba, minyak tumbuhan, dan tumbuhan hijau.
f)
VITAMIN K
Vitamin K dihasilkan oleh bakteri yang hidup dalam usus kita. Selain itu
vitamin K juga dapat diperoleh dari kangkung, kubis, bayam, hati dan daging. Vitamin
K berguna dalam proses pembekuan darah dan pembentkan protrombin. Kekurangan
vitamin K dapat mengakibatkan darah sukar membeku.
5.
Mineral.
Beberapa
mineral seperti zat besi, magnesium, kalsium, natrium dan kalium diperlukan
oleh tubuh supaya organ berfungsi dengan baik. Zat-zat tersebut diperoleh dari
daging, sayuran, buah-buahan , susu dan keju. Mineral berfungsi sebagai zat
penyusun tubuh, mempercepat reaksi, dan menjaga proses fisiologi tubuh.
Berdasarkan jumlah
yang dibutuhkan oleh tubuh, garam mineral dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu makroelemen
dan mikroelemen.
Makroelemen adalah
unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah banyak, misalnya natrium (Na),
kalsium (Ca), Fosfor (P), magnesium (Mg), klor (Cl), belerang (S), fluor (F)
dan yodium (I).
Mikroelemen adalah
unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, misalnya mangan (Mn),
kromiun (Cr), kobalt (Co), molibdenum (Mo), seng (Zn) dan tembaga (Cu).
a)
KALSIUM ( Ca )
Kalsium berfungsi untuk :
© Bersama fosfor membentuk matriks tulang dan gigi.
© Membantu proses pembentukan dan penggumpalan darah.
© Membantu proseskontraksi otot.
© Membantu menghantarkan impuls saraf.
Penggunaan mineral kalsium
didalam tubuhdiatur oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak gondok,
yaitu parathormon. Kekurangan mineral didalam tubuh akan menimbulkan
gangguan, yaitu:
©
Karies pada gigi.
©
Pertubmbuhan tulang
yang tidak sempurna.
©
Mudah terjadi kejang
pada otot.
©
Jika terluka, darah
sukar membeku.
b)
FOSFOR ( P )
Fungsi mineral fosfor :
© Pembentukan matriks tulang
© Proses kontraksi otot.
© Prosesmetabolisme.
© Bahan baku pembentukan fosfatid.
© Proses pembelahan sel.
c)
BESI (Fe)
Didalam tubuh, zat besi berfungsi untuk :
©
Komponen enzim
sitokorm yang berperan dalam respirasi sel.
©
Komponen inti logam
dari hemoglobin, yaitu zat berperan mengikat oksigen dalam darah.
Bahan
yang banyak mengandung zat besi adalah sayuran hijau misalnya bayam. Dalam satu
hari setiaporang memerlukan 15-30 mg zat besi.
d)
NATRIUM ( Na )
Didalam tubuh, mineral natrium
berguna untuk :
©
Membentuk natrium
bikarbonat. Natrium bikarbonat merupakan senyawa penting untuk memperthankan
keseimbangan asam basa cairan tubuh.
©
Membantu
mempertahankan kepekaar sel-sel otot dan sel-sel saraf.
©
Menyusun komponen
anorganik cairan ekstraseluler, untuk menjaga keseimbangan osmotik cairan
ekstraseluler.
Sumber utama natrium adalah garam
dapur. Kekuranagan natrium akan menurunkan nilai osmotik cairan ekstrasel
sehingga mengakibatkan pengaturan suhu tubuh terganggu,kejang otot dan
kelelahan.
e)
KALIUM ( K )
Kegunaan mineral kalium adalah :
©
Sebagai katalisator
pada pembentukan karbohidrat dan protein.
©
Membantu kontraksi
otot.
©
Membantu
menghantarkan impuls saraf.
©
Memelihara denyut
jantung.
©
Mengatur pelapasan
insulin dari penkreas,
Bahan
makanan yang mengandung kalium adalah daging unggas, buah-buaha, dan sayuran.
Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelemahan otot serta denyut jantung tak
normal.
f)
YODIUM ( I )
Yodium memegang peranan yang
penting dalam proses fisilogi kelenjar tiroid. Yodium merupakan komponen
penyusun hormon tiroksin yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Yodium
terdapat dalam bahan makanan seperti ikan laut, minyak ikan, sayuran hijau,
kulit kentang, serta garam beryodium.
Kekurangan yodium pada janin akan
mengakibatkan daya pendengaran berkurang. Sedangkan kekurangan yodium setelah
lahir mengakibatkan kelenjar gondok membesar dan pertumbuhan terhambat.
g)
BELERANG ( S )
Bahan makanan yang mengandung
belerang adalah telur, daging, susu, keju dan sayuran. Didalam tubuh, belerang
merupakan komponen penyusun beberapa vitamin, mengakifkan enzim tertentu, dan
membantu dalam penyimpanan dan pembebasan energi.
h)
MAGNESIUM (Mg )
Magnesium terkandung dalam bahan
makanan seperti padi-padian, daging, dan susu. Magnesium diperlukan tubuh untuk
:
©
Respirasi intrasel.
©
Katalisator berupa
reaksi tubuh.
©
Unsur penting dalam
tulang, otot, dan sel darah merah.
Kekurangan
magnesium dapat mengakibatkan emosi kurang terkendalidan terjadi kerusakan
ginjal serta pembuluh darah jantung.
i)
FLUOR ( F )
Fluor berperan penting untuk
menguatkan gigi. Kekurangan fluor akan
menyebabkan gigi gigis atau gigi karies. Bahan makanan yang mengandung fluor
adalah telur, susu, garam dan ikan.
6.
Air
Air
merupakan bahan makanan yang penting dan berfungsi melarutkan zat makanan,
mempercepat reaksi tubuh, membentuk cairan tubuh dan mengatur panas tubuh, dan
mengangkut zat sisa kealat pembuangan.
Berdasarkan
zat gizi yang dikandungnya, makanan yang kita makan sehari-hari dapat
dikelompokkan dalam makanan empat sehat lima sempurna sebagai berikut :
a.
Makanan pokok,
seperti beras, jagung, sagu, kentang dan ubi sebagai sumber karbohidrat.
b.
Lauk pauk seperti
daging, ikan, telur, dan udang sebagai sumber protein dan lemak.
c.
Sayuran seperti
bayam, wortel, kacang buncis, dan sawi sebagai sumber vitamin dan mineral.
d.
Buah-buahan seperti
pisang, pepaya, mangga, tomat, sebagai sumber vitamin.
C. TUJUH BAHAN POKOK MAKANAN SEHAT
1) Kelompok 1, adalah berbagai macam sayuran bewarna
hijau dan kuning. Sayuran tersebut mengandung vitamin A, minerl besi, kalsium
dan kalium.
2) Kelomopok 2, adalah berbagai macam buah-buahan yang
berair dan bewarna. Buah-buahan tersebut banyak mengandung vitamin C.
3) Kelompok 3, adalah berbagai buah-buahan dan
umbi-umbian yang banyak mengandung vitamin A dan C, mineral dan gula. Misalnya
kentang adalah sumber karbohidrat dan mineral.
4) Kelompok 4, adalah susu atau bahan makanan yang
terbuat dari susu, misalnya keju. Susu sapi mengandung karbohidrat, lemak,
protein, zat kapur, fosfor, serta vitamin A, B1 dan B2.
5) Kelompok 5, adalah daging, telur dan kacang-kacangan.
Bahan makanan tersebut mengandung protein hewani. Protein tumbuhan dapat
diperoleh dari kacang-kacangan. Makanan tersebut juga mengandung lemak, vitamin
B, dan zat besi.
6) Kelompok 6, adalah beras, jagung, tepung terigu,
ketela, kentang, roti dan sagu. Makanan-makanan tersebut mengandung
karbohidrat, protein dan vitamin B.
7) Kelompok 7, adalah makanan yang mengandung minyak,
misalnya minyak kelapa, mentega, margarin, kacang tanah, wijen gan gajih.
Mentega terbuat dari lemak susu, sedangkan margarin terbuat dari minyak
tumbuhan misalnya minyak kelapa, sawit, minyak kedelai, minyak dari biji kapas
atau bunga matahari.
D. PENYAKIT
DEFISIENSI AKIBAT MAKANAN TIDAK SEIMBANG.
Beberapa penyakit
akibat kekurangan zat tertentu disebut penyakit defisiensi. Misalnya :
xeroftalmia, gondok, dan KEP ( Kurang Energi dan Protein ).
1) Penyakit KEP
Penyakit KEP ada dua
macam, yaitu :
©
Maramus, adalah
penyakit kelaparan atau kurang energi. Ciri-cirinya : otot mengecil, tidak ada
lapisan lemak dibawah kulit, wajah tampak tua, berat badan sangat kurang.
©
Kwashoikor, yaitu
penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein. Ciri-cirinya : otot tidak
berkembang dengan baik, kaki bengkok, rambut coklat dan mudah rontok, wajah
kelihatan menderita ( memelas ).
2) Rabun senja ( xeroftalmia )
Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda disekelilingnya pada waktu
senja. Jika parah, penyakit ini dapat mengakibatkan kebutaan. Penyebab rabun
senja disebabkan karena tidak adanya cadangan vitamin A dalam tubuh anak
sewaktu lahir, kadar vitamin A pada ASI rendah sehingga anak kekurangan vitamin
A, serta anak tidak menyenangi bahan makanan yang mengandung vitamin A seperti
pepaya, tomat dan wortel.
3) Anemia (kekurangan sel darah merah)
Penyebabnya antara lain karena kekurangan zat besi dalam tubuh sehingga kadar
hemoglobin didalam darah menjadi rendah. Selain itu, sel-sel darah merah dapat
berkurang karena infeksi cacing tambang.
4) Gondok (pembekakan kelenjar gondok)
Penyakit gondok ini disebabkan karena kekurangan yodium dalam setiap makanannya
dan terdapatnya kadar zat kapur yang tinggi pada air minum.
Untuk memproduksi hormon tiroksin pada kelenjar gondok diperlukan yodium.
Apabila tubuh kita kekurangan yodium, kelenjar gondok bekerja keras agar
produksi hormon tiroksin terpenuhi. Akibatnya, kelenjar gondok membengkak.
Penderita penyakit gondok dapat mengalami penurunan kecerdasan dan
pertumbuhannya terhambat.
E. MENJAGA KESEHATAN TUBUH MELALUI PEMILIHAN
MAKANAN.
Berikut ini, cara yang digunakan untuk
menjaga kesehatan tubuh, yaitu :
1) Perbanyaklah kegiatan positif agar fisik dan mental
juga tumbuh dengan baik.
2) Jagalah kesehatan lingkungan.
3) Terlalu banyak makanjuga mengganggu kesehatan.
Kelebihan makanan akan dibuang melalui ginjal. jika ginjal bekerja terlalu
keras, maka akan mengganggu fungsi daripada ginjal.
4) Makanlah salah satu macam makanan dari setiap kelompok
7 bahan pokok makanan setiap hari.
5) Usahakan makan teratur 3 kali sehari, yaitu pagi,
siang dan malam. Makan pagi penting untuk menyediakan energi sepanjang siang
ketika kita belajar disekolah. Apabila ada kegiatan tambahan kita dapat
menambah makanan ringan diantara waktu makan.
6) Makanan manisdapat mangurangi selera makan karena
tubuh telah mendapatkan cukup energi dari makanan manis tersebut.
7) Sebaiknya tidak minum sebelum makan karena dapat
menurunkan selera makan.
8) Jangan hanya mengikuti selera makan, senang hanya pada
makanan tertentu karena kita tidak suka makanan tersebut. Memilih makanan harus
didasari dengan gizi yang cukup dan
seimbang sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan (KGYD).
9) Makanlah makanan dalam keadaan tenang, cukup waktu,
dan dalam suasana gembira.
10) Sebaiknya berolahraga dan tidur yang cukup.
F. SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Sistem pencernaan
makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut, 2. Esofagus, 3. Lambung, 4. Usus Halus, 5. Usus Besar, 6.
Rektum, 7. Anus.
1) Mulut (oris)
Proses pencernaan pertama kali
terjadi di dalam rongga mulut. Didalam mulut terjadi pencernaan secara mekanis
dan kimiawi. Rongga mulut dibatasi oleh beberapa bagian, yaitu sebelah atas
oleh tulang rahang dan langit-langit (palatum), sebelah kiri dan kanan oleh
otot-otot pipi, serta sebelah bawah oleh rahang bawah (mandibula).
Rongga Mulut(Cavum Oris)
Rongga mulut merupakan awal dari
saluran pencernaan makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan
kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan, yaitu:
a. Gigi ( dentis ).
Gigi memiliki fungsi memotong,
mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Gigi
tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi adalah sebagai
berikut:
© Mahkota Gigi
Bagian ini dilapisi oleh email dan
di dalamnya terdapat dentin (tulang gigi). Email adalah lapisan keras pada
puncak gigi. Email berfungsi untuk melindungi tulang gigi. Lapisan email mengandung zat yang sangat
keras, berwarna putih kekuningan, dan mengilap. Email mengandung banyak garam
kalsium.
© Tulang Gigi
Tulang gigi terletak di bawah
lapisan email. Tulang gigi meliputi dua bagian, yaitu leher gigi dan akar gigi.
Bagian tulang gigi yang dikelilingi gusi disebut leher gigi, sedangkan tulang
gigi yang tertanam dalam tulang rahang disebut akar gigi. Akar gigi melekat
pada dinding tulang rahang dengan perantara semen atau sementum.
© Rongga gigi ( pulpa )
Rongga gigi berada di bagian dalam
gigi. Di dalam rongga gigi terdapat pembuluh darah, jaringan ikat, dan jaringan
saraf. Oleh karena itu, rongga gigi sangat peka terhadap rangsangan panas dan
dingin.
Menurut bentuknya, gigi dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
·
gigi seri
(incisivus/I), berfungsi untuk memotong-motong makanan.
·
Gigi taring (caninus/
C), berfungsi untuk merobek-robek makanan.
·
Gigi geraham depan
(Premolare/ P), berfungsi untuk menghaluskan makanan.
·
Gigi geraham belakang
(Molare/ M), berfungsi untuk menghaluskan makanan.
b. Lidah (lingua)
Lidah membentuk lantai dari rongga
mulut. Bagian belakang otot-otot lidah melekat pada tulang hyoid. Lidah berguna
untuk membantu mengatur letak makanan didalam mulut dan mendorong makanan masuk
kedalam kerongkongan. Lidah terdiri dari 2 jenis otot, yaitu:
© Otot ekstrinsik yang berorigo di luar lidah, insersi
di lidah.
© Otot instrinsik yang berorigo dan insersi di dalam
lidah.
Kerja otot lidah ini dapat digerakkan atas 3 bagian, yaitu :
©
radiks lingua
(pangkal lidah)
©
dorsum lingua
(punggung lidah)
©
apeks lingua (ujung
lidah).
Pada lidah, terdapat daerah-daerah
yang lebih peka terhadap rasa tertentu seperti asin, manis, asam, dan pahit.
Sebagai indera pengecap,pada
permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa (papila). ada tiga bentuk
papila, yaitu:
©
Papila fungiformis,
berbentuk seperti jamur, terletak di bagian sisi lidah dan ujung lidah.
©
Papila filiformis,
berbentuk benang-benang halus, terletak di 2/3 bagian depan lidah.
©
Papila serkumvalata,
berbentuk bundar, terletak menyusun seperti huruf V terbalik di bagian belakang
lidah.
c. Kelenjar Ludah
Makanan dicerna secara mekanis
dengan bantuan gigi, secara kimiawi dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh
kelenjar-kelenjar ludah. Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Ludah
mengandung air, lendir, garam dan enzim ptialin. Enzim ptialin berfungsi
mengubah amilium menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Kelenjar ludah mengandung
menghasilkan saliva. Saliva mengandung enzim ptyalin atu amylase yang berfungsi
mengubah zat tepung atau amilum menjadi zat gula atau maltosa.
Kelenjar ludah terdiri atas tiga pasang sebagai berikut :
©
Kelenjar parotis,
terletak di bawah telinga. Kelenjar ini menghasilkan saliva berbentuk cair yang
disebut serosa. Kelenjar paotis merupakan kelenjar terbesar bermuara di pipi
sebelah dalam berhadapan dengan geraham kedua.
©
Kelenjar
submandibularis / submaksilaris, terletak di bawah rahang bawah.
©
Kelenjar
sublingualis, terletak di bawah lidah.
Kelenjar submandibularis dan sublingualis menghasilkan air dan lender yang
disebut Iseromucus. Kedua kelenjar tersebut bermuara di tepi lidah.
2) Faring
Faring (tekak) terletak di belakang
hidung, mulut dan tenggorokan. Tekk berupa saluran dengan panjang sekitar 7 cm.
faring terdiri atas 3 bagian, yaitu:
©
Naso faring, terletak
di belakang hidung dimana terdapat tuba eustachius, kelenjar adenoid.
©
Faring oralis,
terletak di belakang mulut,terdapat tonil (amandel).
©
Faring laryngeal,
merupakan bagian terendah dari faring yang terletak di bagian laring.
3) Esofagus (Kerongkongan)
Esofagus merupakan saluran panjang senagai
jalan makanan yang menghubungkan faring
dengan lambung (gaster). Makanan yang telah dicerna dalam mulut akan masuk ke
dalam kerongkongan melalui proses penelanan (deglitasi). Kerongkongan dapat
melakukan gerak melebar dan menyempit, bergelombang dan meremas-remas untuk
mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian dinamakan gerak
peristaltik. Secara histologis, esofagus terdiri atas empat lapisan,
yaitu:
©
Tunika Mukosa.
©
Tunika Submukosa.
©
Tunika Muskularis.
©
Tunika Adventisia
(tunika elastika).
Tunika mukosa menghasilkan mucus.
Pada tunika ubmukosa, terdapat jaringan ikat kolagen dan elastis, ujung
kalpiler darah dan saraf. Tunika muskularis mengandung otot polos dan jaringan
ikat.
Esofgus memiliki cincin tulang rawan, zat makanan dapat melewati esophagus
karena adanya gerak peristaltic. Pada batas antara esogagus dengan lambung
tedpat sfinger esophagi (sphincter esophagi) yang befungsi mengatur agar
makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.
4) Lambung (ventrikulus)
Lambung atau ventrikulus merupakan
kantong besar yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri dibawah sekat
rongga badan. Lambung tediri atas tiga bagian, yaitu :
©
Kardia,
(berdekatan dengan hati) adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari
kerongkongan.
©
Fundus,
adalah bagian tengah, bentuknya membulat.
©
Pilorus
adalah bagian bawah, daerah yang berhubunhan dengan usus dua belas jari.
Pada saat ada makanan mendekati lambung,
otot sphincter kardia bekerja membuka lambung bagian atas sehingga makanan
masuk dan segera menutup kembali agar makanan tidak kembali ke eofagus. Sementara
itu, otot sphincter pilorusberperan dalam proses pengaturan makanan agar keluar
dari lambung dan masuk ke usus dua belas jarib (deudenum).
Otot dinding lambung tersusun
memanjang, melingkar, dan menyerong. Dengan bantuan otot seperti ini menyebabkan
makanan tercampur merata membentuk bubur yang disebut chime apabila otot
tersebut berkontraksi.
Dinding lambung secara anatomis
terdiri atas 5 lapisan, yakni tunika mukosa, tunika muskularis mukosa, tunika
submukosa, tunika muskularis, dan tunika adventisia. Pada lapisan itu terdpat
kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung:
©
Asam klorida (HCl).
Befungsi sebagai desinfektan, yaitu untuk membunuh kuman-kuman yang masuk
bersama makanan atau menjadikan kuman tidak berbahaya. Selain itu, asam klorida
juga befungsi untuk mengasamkan makanan dan membantu pembenukan pepsin.
©
Rennin, merupakan
enzim yang berfungsi mengendapkan kasein (protein susu) dari air susu. Kasein
akan diubah oleh pepsin menjadi peptone.renin hanya dihasilkan oleh lambung
mamalia.
©
Pepsinogendalam
lingkungan asam klorida, pepsinogen akan diubah menjadi enzim yang aktif yaitu
pepsin. Pepsin berfungsi mencerna protein menjadi zat yang molekulnya lebih
kecil dan mudah larut yang disebut peptone.
©
Lipase, berfungsi
untuk mencerna lemak. Di lambung, lipase terdpat dalam jumlah yang kecil.
Setelah makanan dicerna di dalam
lambung, sedikit demi sedikit makanan masuk kedalam deudenum. Otot yang bekerja
di sini adalah otot pylorus. Caranya otot pylorus yang mengarah ke lambung akan
mengendur jika tersentuh cyme yang besifat asam. Sebaliknya otot pylorus yang
mengarah ke usus halus akan mengerut jika tersentuh cyme. Jadi cyme yang
bersifat asam tiba di pylorus depan, maka pylorus akan membuka, sehingga
makanan lewat. Dan makanan yang mengenai pylorus belakang maka pylorus menutup.
Sehingga makanan masuk ke usus halus sedikit demi sedikit dan dapat dicerna dan
diserap secara efektif.
Fungsi lambung sebagai fungi motoris adalah:
©
Fungsi reservoir,
menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicerna dan
bergerak pada saluran cerna.
©
Fungsi mencampur.
©
Fungsi pengosongan
lambung yang diatur oleh pembukaan sphinter pylorus yang diatur oleh
viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh
emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan lambung diatur oleh factor saraf dan
hormonal.
Fungsi lambung sebagai fungsi sekresi dan pencernaan:
©
Mencerna protein oleh
pepsin dan HCl, amilum oleh amilae, dan lemak leh lipase.
©
Sintesis dan pengeluaran
gastrin.
©
Sekresi factor
intrinsic memungkinkan absorbsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
©
Sekresi mucus,
sebagai pelingdung lambung dan pelumasan makanan agar mudah ditranspor.
5) Usus halus (Intestinum tenue)
Usus halus terletak di antara
lambung dan usus besar. Usus ini merupakan saluran panjang dengan
dinding-dinding berotot. Dinding usus halus terdiri atas tiga lapis, yaitu
tunica mucosa, tunica muscularis, dan tunika serosa. Tunica muscularis
merupakan bagian yang menyebabkan geraka usus halus.
Usus halus merupakan saluran terpanjang yang terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a. Deudenum (usus dua belas jari).
Bagian usus ini disebut usus 12 jari karena panjangnya sekirar 12 jari berjajar
pararel. Usus ini panjangnya sekiar 25 – 30 cm, berbentuk sepatu kuda
melengkung ke kiri. Pada lengkungan ini terdapat pankreas yang mengandung enzim
amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung (amilium)
menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktif. Tripsinogen
diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterikinase yang dihasilkan
oleh usus halus. Enzim enterikinase megubah tripsinogen menjadi tripsin
yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptida dan asam amino. Lipase
mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Di sini terjadi pencernaan
secara kimiawi. Usus dua belas jari merupakan muara saluran yang berasal dari
hepar, yakni duktus keleodokus dan yang berasal dari pankreas, yakni
pankreatikus.
b. Usus Kosong (Jejunum)
Panjangnya sekitar 1,5 sampai 1,75
meter. Di dalam jejunum, makanan masih mengalami pencernaan secara kimiawi oleh
enzim-enzim yang dihailka oleh dinding usus, sehingga menjadi bubur yang sangat
lembut dan encer. Didalam usus ini merupakan tempat berlangsungnya pencernaan
makanan terakhir sebelum sari makanan diserap di ileum.
c. Ileum (usus belit/ usus penyerapan)
Usus penyerapan panjangnya 0,75
sampai 3,5 m. Ileum merupakan tempat terjalinnya penyerapan sari-sari makanan.
Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus atau vili.
Dinding jonjot usus halus tertutup oleh sel tiang. Kira-kira terdapat 500 sel
tiang pada setiap jonjot. Setiap sel memuat sekitar 1.000 mikrovili. Villi
tersebut juga memperluas permukaan dinding usus sehinga absorpsi sari makanan
menajdi leih efektif. Enzim pada mikrovili akan menghancurkan makanan menjadi
parikel yang cukup kecil untuk diserap.
Dinding usus halus menghasilkan
getah usus yang mengandung beberapa enzim, antara lain enterokinase,
erepsin, lactase, intertase, dan maltase. Enterokinase berfungsi
untuk mengubah enzim tripsinogen yang dihasilkan pankreas menjadi
tripsin. Erepsin berfungsi untuk menyempurnakan pencernaan protein
dengan mengubah pelipeptida menjadi berbagai asam amino. Lactase, intertase,
dan maltase yang tergolong dlam disakarase berfungsi menyempurnakan
pencernaan pati (ailum) dengan cara mengubah guladisakarida menjadi gula
monosakarida.
6) Usus Besar (colon)
Usus besar bersambung dengan usus
halus di rongga perut bagian anan bawah. Batas antara usus halus dengan usus
besar disebut sekum (usus buntu). Usus buntu memiliki tambahan dinamakan
umbai cacing. Peradangan pada umbai cacing tersebut dinamakan apendistis atau
sering disebut “ sakit usus buntu ”. Makanan yang sampai ke usus besar
pada umumnya berupa bahan sisa yang terdiri atas sejumlah bear airdan bahan
makanan yang tidk dapat dicerna dengan baik seperti selilosa. Fungsi utama dari
usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan sebelum dibuang. Jika sisa makanan
terlalu lama berada didalam usus besar, penyerapan air semakin banyak sehingga
sisa makanan (feses) menjadi padat dan keras. Didalam usus besar terdapat
bakteri pembusuk Escherichia coli yang membusukkan sisa makanan menjadi
kotoran. Bakteri ini tidak mengganggu
kesehatan manusia, bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan asam amino yang
berguna bagi manusia.
Usus besar dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Coecum. Merupakan pembatas antara ileum dengan
kolon.
b. Kolon. Pada kolon terjadi gerakan mencampur isi kolon dengan
gerakan mendorong. Di dalam kolon terdapat banyak bakteri. Slah sat bakteri
yang berguna adalah Escherichia coli.
c. Rectum. Merupakan tempat penampungan sementara feses
sebelum dibuang melalui anus. Panjangnya sekitar 15 cm.
7) Anus
Anus merupakan lubang pada ujung
saluran pencernaan. Dari lubang ini, sisa-sisa makananyang tidak dicerna
dikeluarkan dari dalam tubuh. Pada anus terdapat dua macam otot, yaitu:
a. Otot sphincterani internus (otot yang tidak
dipengaruhu kehendak).
b. Otot sphincterani eksternus (otot yang dipengaruhi
kehendak)
Proses pengeluaran feses di seut
defekasi. Setelah rektum terenggang karena terisi penuh, timbul keinginan untuk
defekasi. Dengan kontraksi otot sphincterani eksternus, defekasi dapat ditahan
tetapi dlam waktu yang tidak terlalu lama.
G. KELENJAR PENCERNAAN PADA MANUSIA (Glandula
Digestivus)
Pencernaan
makanan berlangsung dalam alat pencernaan. Berlangsungnya proses ini juga
dibantu oleh kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan itu adalah :
a. Hepar (hati)
Hati merupakan kelenjar terbesar
dan terpenting dalam tubuh. Hati terdiri atas tiga lobus. Setiap lobus memiliki
saluran untuk mengangkut cairan empedu,yakni duktus hepatikus. Sari-sari
makanan yang diserap oleh usus halus akan melewati hati terlebi dahulu. Pada
hati, terdpat kantung empedu (vesica felea) yang salurannya dinamakan duktus
sistikus. Duktus hepatikus dan duktus isitikus bermuara pada saluran besar yang
dinamakan duktus koleodosus. Empedu mengandung garam kholat,kolesterol, dan
NaHCO3 (natrium bikarbonat).
Garam kholat mempunyai fungsi:
©
Menurunkan tekanan
permukaan butir-butir lemak sehingga dpat diemulsikan pada pencernaan
selanjutnya.
©
Mengaktifkan lipase
pancreas.
©
Bersenyawa dengan
asam lemak membentuk senyawa yang mudah larut dalam air sehingga mudah diserap.
Natrium bikarbinat berfungsi mengatur
keasaman empedu. Dengan adanya garam tersebut, keasaman (pH) empedu menjadi 7,1
– 8,5. selain menghasilkan cairan empedu, hati juga berfungsi mengubahkelebihan
glukosa menjadi glikogen untuk disimpan serta mengubah kelebihan asam amino
menjadi urea untuk dikeluarkan dari tubuh.
Secara umum, hati mempunai fungsi:
©
Memproduki protein
plasma ( albumin, fibrinogen, protrombin,heparin ).
©
Fagoitosis
mikroorganisme,eritrosit dan leukosit yang sudah tua.
©
Pusat metabolisme
protein, lemak dan karbohidrat.
©
Pusat detoksifikasi
zat yang beracun di dalam tubuh.
©
Memproduksi cairan
empedu.
©
Merupakan gudang
penyimpanan barbagai zat seperti mineral (Cu, Fe), vitamin A, D, E, K, B12,
glijogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh.
©
Merupakan gudang
penyimpanan barbagai zat seperti mineral (Cu, Fe), vitamin A, D, E, K, B12,
glijogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh.
©
Memegang peranan
penting pada metabolisme tiga bahan makanan yaitu karbohidrat, protein, dan
lemak.
b. Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar yang
besifat endokrin dan eksokrin. Bersifat endokrin karena dari pulau Langerhans
dihasilkan hormone inulin dan hormone glukagn yang dimasukkan ke darah.
Bersifat ekokrin karena menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari pankreas
karena dipengaruhi oleh enzim pankreozimin.
Pancreas menghasilkan enzim-enzim pencernaan sebagai berikut:
©
Tripsinogen,
diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Senyawa protein diubah oleh
tripsin menjadi dipeptida.
©
Kimotripsinogen,
diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang berfungsi membantu tripsin.
©
Peptidase, berperan
mengubah senyawa peptide menjadi asam amino .
©
Lipase, berfungsi
mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
©
Amilase, berfungsi
mengubah amilum menjadi maltosa.
©
Nuklease, berfungsi
memecah asam nukleat menjadi nukleotida.
©
NaHCO3atau KHCO3 atau
ion bikarbonat HCO3-, berfungsi menetralkan suasana asam yang berasal dari
lambung.
H. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN
MANUSIA.
Gangguan pada
sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi
bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan tersebut
adalah :
©
Karies.
Terjadi dalam rongga mulut pada
gigi yang tidak dirawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa-sisa
makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri sehingga menyebabkan lubang
pada gigi.
©
Apendisitis.
Apendisitis merupakan peradangan pada usus
buntu (apendiks). Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti. Pada
kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh
adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan,
usus buntu bisa pecah. Usus buntu yang pecah bisa masuknya kuman usus ke dalam
perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal - terbentuknya abses
- pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan
penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan - masuknya kuman ke
dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.
©
Sariawan.
Sariawan diawali dengan timbulnya
luka kecil dalam rongga mulut. Bila tidaksegera disembuhkan, sariaan dapat
mengganggu pencernaan makanan dimulut. Pencegahannya dilakukan dengan mengkonsumsi
vitamin C dalam jumlah yang cukup.
©
Diare.
Apabila makanan dari perut mengalir
ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang
mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara
lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai
dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam
mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
©
Enteritis.
Merupakan peradangan pada usus
halus atau usus besar karena infeksi bakteri.
©
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke
usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka
feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang
mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi
daging.
©
Radang Lambung
(Ulkus).
Dinding lambung diselubungi mukus
yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim
pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil
dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Radang lambung menyebabkan
berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut.
Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis
tertentu.
©
Periotitis atau gondong
Merupakan peradangan pada pada
kelenjar parotis karena infeksi virus.
©
Kolik.
Gangguan lain salah cerna akibat
makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang
mengakibatkan rasa nyeri.
©
Gastritis.
Yaitu peradangan pada lambung.
©
Hemoroid.
Yakni pembengkakan pembuluh vena sekitar anus.
©
Malnutrisi (kurang
gizi).
Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan.
Gangguan tersebut disebabkan sel-sel pancreas atropi kehilangan banyak
reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat
kekurangan protein yang parah dan umumnya menyerang anak-anak.
©
Kanker lambung.
Penyakit ini disebabkan oleh
konsumsi alkohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan awetan.






















0 komentar:
Posting Komentar