Demokrasi hanya milik sebagian orang !!


Demokrasi adalah peran utama rakyat dalam proses sosial dan politik. Dengan kata lain, suatu pemerintahan dikatakan demokratis bila terdapat 3 (tiga) hal, yaitu: pemerintahan dari rakyat, pemerintahan oleh rakyat, dan pemerintahan untuk rakyat.
Namun, sayang sekali karena kita belum sepenuhnya mendengar bahwa demokrasi sudah merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dari point yang pertama, PEMERINTAHAN DARI RAKYAT. Contohnya saja pemilu. Ternyata masih banyak masyarakat kita yang tidak mendapatkan hak pilih, terutama di daerah pedalaman. Alasannya, karena daerah tersebut sulit dijangkau oleh kendaraan. Misalnya di Papua. Di Papua, bukan hanya kendaraan, tapi listrik pun jarang sekali kita menemukannya. Maka tidak heran jika pemilihan umum hanya di adakan di wilayah kota.
Kemudian point yang kedua, PEMERINTAHAN OLEH RAKYAT. Ini berarti bahwa suatu pemerintahan menjalankan kekuasaannya atas nama rakyat, bukan atas dorongan pribadi elit negara atau elit birokrasi, atau dengan kata lain dalam menjalankan kekuasaannya, pemerintah berada dalam pengawasan rakyat. Namun mirisnya, saat ini rakyat seolah-olah tidak di anggap oleh pemerintah. Hal ini di buktikan dengan korupsi yang semakin menjadi-jadi yang banyak dilakukan oleh pejabat pemerintah. Rakyat seolah-olah di bodohi dengan janji-janji pada saat kampanye menjelang pemilihan umum.
Dan yang terakhir adalah PEMERINTAHAN UNTUK RAKYAT. Ini hampir mirip dengan point yang kedua. Sebenarnya, tidak hanya pemerintah saja yang menyebabkan keterpurukan bagi rakyat. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Banyak sawah di desa saya yang di jadikan bangunan perumahan maupun kawasan industri. Sawah-sawah tersebut di beli dari penduduk desa dengan harga yang fantastis. tanpa berfikir panjang, para penduduk tersebut langsung memutuskan untuk menjual sawahya. Kalau di fikir lagi, apa yang akan mereka makan 10 atau 20 tahun lagi setelah mereka menjual sawah-sawah tersebut, padahal sawah adalah sumber utama yang menghasilkan beras maupun makanan pokok lainnya. Yang ada di fikiran saya, ini sebenarnya salah pengusaha yang membodohi penduduk, atau penduduk yang terlalu mudah di bodohi?
Itu hanya sample kecil saja berapa mudahnya rakyat kita di bodohi. Dan ini hanya sekilas pandangan saya saja tentang mirisnya demokrasi di Indonesia. Saya harap, di lima atau sepuluh tahun kedepan Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi dan mampu mengatasi persoalan sosial maupun politiknya.

0 komentar:



Posting Komentar