Demokrasi
adalah peran utama rakyat dalam proses sosial dan politik. Dengan kata lain, suatu pemerintahan dikatakan demokratis
bila terdapat 3 (tiga) hal, yaitu: pemerintahan dari rakyat, pemerintahan oleh
rakyat, dan pemerintahan untuk rakyat.
Namun, sayang sekali karena kita belum sepenuhnya mendengar bahwa
demokrasi sudah merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dari point yang
pertama, PEMERINTAHAN DARI RAKYAT. Contohnya saja pemilu. Ternyata masih banyak
masyarakat kita yang tidak mendapatkan hak pilih, terutama di daerah pedalaman.
Alasannya, karena daerah tersebut sulit dijangkau oleh kendaraan. Misalnya di
Papua. Di Papua, bukan hanya kendaraan, tapi listrik pun jarang sekali kita
menemukannya. Maka tidak heran jika pemilihan umum hanya di adakan di wilayah
kota.
Kemudian point yang kedua, PEMERINTAHAN OLEH RAKYAT. Ini berarti bahwa
suatu pemerintahan menjalankan kekuasaannya atas nama rakyat, bukan atas
dorongan pribadi elit negara atau elit birokrasi, atau dengan kata lain dalam
menjalankan kekuasaannya, pemerintah berada dalam pengawasan rakyat. Namun
mirisnya, saat ini rakyat seolah-olah tidak di anggap oleh pemerintah. Hal ini
di buktikan dengan korupsi yang semakin menjadi-jadi yang banyak dilakukan oleh
pejabat pemerintah. Rakyat seolah-olah di bodohi dengan janji-janji pada saat
kampanye menjelang pemilihan umum.
Dan yang terakhir adalah PEMERINTAHAN UNTUK RAKYAT. Ini hampir mirip
dengan point yang kedua. Sebenarnya, tidak hanya pemerintah saja yang
menyebabkan keterpurukan bagi rakyat. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.
Banyak sawah di desa saya yang di jadikan bangunan perumahan maupun kawasan
industri. Sawah-sawah tersebut di beli dari penduduk desa dengan harga yang
fantastis. tanpa berfikir panjang, para penduduk tersebut langsung memutuskan
untuk menjual sawahya. Kalau di fikir lagi, apa yang akan mereka makan 10 atau
20 tahun lagi setelah mereka menjual sawah-sawah tersebut, padahal sawah adalah
sumber utama yang menghasilkan beras maupun makanan pokok lainnya. Yang ada di
fikiran saya, ini sebenarnya salah pengusaha yang membodohi penduduk, atau
penduduk yang terlalu mudah di bodohi?
Itu hanya sample kecil saja berapa mudahnya rakyat kita di bodohi. Dan
ini hanya sekilas pandangan saya saja tentang mirisnya demokrasi di Indonesia.
Saya harap, di lima atau sepuluh tahun kedepan Indonesia bisa menjadi lebih
baik lagi dan mampu mengatasi persoalan sosial maupun politiknya.







0 komentar:
Posting Komentar