MK Pun Di suap, apa yang tersisa?


Ya ya, ada yang kurang kali ya kalo pejabat-pejabat negara gak korupsi atau di suap. Memang manja ya para pejabat itu, apa apa minta di suap. Baru-baru ini kita di gemparkan (WAW) dengan bertambahnya satu kasus suap lagi, ya... Kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Mahkamah Konstitusi yang menjerat Ketua MK nonaktif, Akil Mochtar yang  merusak tatanan demokrasi.

Sebenarnya tidak hanya kasus ini saja yang merusak tatanan demokrasi, masih banyak kasus-kasus lain yang MEMALUKAN negara kita. Seharusnya yang patut malu itu yang korupsi. Bagaimana tidak, para pejabat2 negara itu dipilih dan diberi kepercayaan oleh rakyat, harusnya mereka bisa menjalankan tugasnya karena itu dalah amanah. Masak SARJANA (bahkan lebih dari sarjana) kok kelakuannya kayak AYAM? Mendingan pergi aja kelaut (maaf agak kasar).
Apalagi kasus suap akil ini identik dengan suara rakyat. Hei BUNG, lihat rakyatmu ini... mereka susah2an, eeh kamu malah asik2an makan uang haram.
KPK menetapkan Akil sebagai tersangka dua kasus korupsi, yakni kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten di MK. Dalam dua kasus itu, Akil berperan sebagai penerima suap. Begitulah orang yang TEROBSESI sama fatamorgana duniawi.
Lalu kalau uang rakyat digunakan untuk menyuapi para pejabat negara, mana uang buat rakyat? Oke, bolehlah kalau sebelum pemilu diadakan kampanye besar-besaran. Bilangnya sih gini “AYOO, PILIH NOMER 3 YA, PEMIMPIN YANG BISA BERTANGGUNG JAWAB, MENSEJAHTERAHKAN RAKYAT, DAN MEMBERANTAS KEMISKINAN dan blaa blaa bla..” omong kosong sekali anda bung!! Janji harus dibarengi dengan bukti, gak usah ngomong kebo doang.
Kalau aku ya, uang buat kampanye gituan mau tak kasih orang tuaku buat naikhaji. Daripada udah ngeluarin banyak fulus, eeeh... ujung2nya gak kepilih, bisa mati kutu nih. Apalagi ada beberapa kasus seperti itu, udah ngeluarin budget buuanyak buat kampanye nyaleg, tapi ujung-ujungnya gak kepilih. Sampe2 ada yang gila, Hiiiii :O
Saran saya buat pelajar dan mahasiswa calon-calon penerus bangsa, jangan malah nambah beban negara dengan seabrek kasus-kasus korupsinya. Walaupun anda nanti hanya bisa tamat SMA, SMP, atau yang lain, jaangan sampai berkelakuan seperti pejabat-pejabat kita yang sekolahnya sampek SARJANA, tapi sukanya korupsi. Tapi anda harus bisa melanjutkan studi sampai sarjana, karena sekarang  untuk mendapatkan beasiswa itu mudah, asalkan anda punya kemauan. Saya yakin Indonesia bisa jadi negara maju, kalau pemimpin-pemimpinnya jujur.


0 komentar:



Posting Komentar