Kemacetan
di Jakarta sudah bukan hal asing lagi di telinga kita. Dapat dibayangkan betapa
panasnya udara Kota Jakarta saat terjadi kemacetan. Apalagi di tambah musim hujan yang datang pekan ini, kita akan melihat pemandangan macet dan banjir di Jakarta yang disiarkan di beberapa stasiun televisi. Bahkan, baru-baru ini beberapa wilayah di Jakarta sudah tergenang banjir akibat hujan beberapa hari ini. Sepertinya, warga Jakarta sudah terbiasa dengan hal ini. Harapan mereka kedepannya, banjir dan kemacetan dapat segera di atasi oleh Pemkot Jakarta.
Dalam
pidatonya beberapa hari lalu, Presiden SBY mengungkapkan bahwa kemacetan sudah
bukan sepenuhnya urusan Pemerintah Pusat, namun sudah di serahkan kepada pemerintah
daerah. Ini dikarenakan sudah ada pembagian otonomi daerah. Dengan adanya otonomi
daerah, daerah berhak mengatur dan menyelesaikan permasalahan wilayahnya
sendiri. Jokowi juga angkat bicara. Beliau mengatakan bahwa masalah banjir dan
kemacetan tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, tapi juga tanggung
jawab pemerintah pusat.
Guberbur
Jakarta, Jokowi, mengungkapkan bahwa saat ini sudah di lakukan beberapa kebijakan
untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta. Salah satunya dengan
mengenakan denda 500 ribu-1 juta bagi motor dan mobil yang melanggar jalur
busway. Kebijakan tersebut rupanya cukup membuat masyarakat takut. Selain itu,
kemarin Pak Jokowi beserta TNI dan Dinas kebersihan turun tangan langsung
membersihkan kali ciliwung, mengingat sebentar lagi musim hujan tiba. Dari titik
ke titik pada sungai ciliwung yang ditemukan hanyalah sampah dan sampah.. Miris
sekali bukan,
Perlu
kesadaran masyarakat untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta, karena
dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah, insyaallah
masalah-masalah tersebut bias teratasi. Menurut saya, pak Jokowi beserta
jajarannya sudah membangun banyak perubahan bagi Jakarta. Dan jangan terlalu
menuntut banyak, karena setiap langkah itu membutuhkan waktu. Masalah besar
seperti banjir dan kemacetan hanya butuh waktu untuk menanggulanginya,
mengingat kebijakan dari pemerintah sudah cukup baik.






0 komentar:
Posting Komentar