Aku Yuni. Nama lengkapku Yuni
Agustina. Banyak yang bertanya, aku ini lahir di bulan Juni atau Agustus?? Yaah..
aku lahir di bulan Agustus, tepatnya tanggal 2, tahun 1995. Aku adalah anak terakhir dari 2 bersaudara. Di usiaku yang ke-18 ini,tak ada gambaran kedepan. Saat ini aku duduk di bangku kuliah. Pada semester 1 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah. Mengapa aku tadi berkata tidak ada gambaran untuk kedepannya. Sebenarnya menjadi guru bukan pilihanku, bukan cita-citaku. Bahkan terkadang ketika aku berangkat kuliah aku sering berfikir, mau kemana sebenarnya aku? Apa yang kucari? Dan apa yang aku inginkan disana?
Ini adalah pilihan orangtuaku,
terutama ayahku. Aku pernah melewati masa-masa sulit dalam hidupku. Mungkin semua
orang juga pernah merasakannya. Saat-saat menghadapi ujian nasional, saat-saat
mendebarkan menunggu hasil kelulusan, dan saat-saat mencari perguruan tinggi. Pada
saat itu, Saat-saat dimana semua teman-temanku sudah mendapatkan perguruan
tinggi favoritnya, sedangkan aku?? Tahun ini seolah-olah menjadi saksi
perjuanganku, saat aku meneteskan air mata, dan saat penuh harapan. Aku masih
belum percaya, aku bisa berkuliah disini. Menjadi guru bukan cita-citaku sama
sekali. Karena prioritasku dulu adalah berkuliah di universitas atau politeknik
kesehatan. Sebelumnya, aku bercita-cita menjadi seorang Dokter. Sangat ingin
sekali. Tapi takdir berkehendak lain.
Aku lebih senang melihat
orangtuaku tersenyum, daripada hatiku yang bahagia. Karena biarpun aku bahagia,
belum tentu orangtuaku bahagia.
Saat ini aku berusaha menjalani
apa yang telah Allah pilihkan untukku. Aku harus bisa mendapatkan IPK terbaik,
agar nantinya bisa mendapatkan beasiswa S2 dan menjadi yang terbaik bagi kedua
orangtuaku tentunya. Karena itu pula, aku harus menjadi mutiara untuk ibuku
yang sedang sakit selama 18 tahun untuk memberikan dukungan dan motivasi. Apa yang
bisa kuberikan kepada kedua orangtuaku saat ini hanyalah suatu kebanggaan.
Dari
semua perjalanan hidup yang aku lewati, aku belajar arti kesabaran, arti kasih sayang
orangtua, dan berlapang dada. Dari situ pula aku tahu, bahwa Allah lebih
mengetahui apa yang aku butuhkan di masa depan. Dan aku percaya semua itu akan
indah pada waktunya.






0 komentar:
Posting Komentar